TENGGARONG, iNewsKutai.id - Bagi warga Desa Muara Ritan, Posyandu bukan sekadar tempat menimbang anak atau memeriksa kesehatan. Dari tempat sederhana itulah berbagai cerita tentang kebutuhan keluarga, kesehatan anak hingga persoalan stunting mulai didengar.
Setiap keluhan dan usulan yang disampaikan warga tak ingin dibiarkan berhenti sebagai catatan. Pemerintah Desa Muara Ritan mencoba membawanya ke ruang yang lebih luas agar dapat dicarikan jalan keluar bersama.
Dari kebutuhan itulah lahir Fokus Muara Ritan, singkatan dari Forum Komunikasi Penanganan Stunting dan Kesehatan Masyarakat Desa Muara Ritan.
Kepala Desa Muara Ritan, Ardy Maroni, mengatakan forum tersebut menjadi jembatan antara kebutuhan warga dengan pihak-pihak yang dapat ikut membantu.
“Ada. Muara Ritan memiliki inovasi yang namanya Fokus Muara Ritan, yaitu Forum Komunikasi Penanganan Stunting dan Kesehatan Masyarakat Desa Muara Ritan,” ujar Ardy, Rabu (7/10/2026).
Menurut Ardy, banyak kebutuhan masyarakat justru diketahui ketika warga datang ke Posyandu. Di sana, pemerintah desa tidak hanya melihat persoalan kesehatan dari angka, tetapi juga mendengar langsung apa yang dibutuhkan masyarakat.
“Usulan-usulan yang ada di Posyandu dan masukan dari warga yang datang ke Posyandu coba kita akomodasi melalui forum tersebut,” katanya.
Masukan itu kemudian dibawa ke Fokus Muara Ritan. Pemerintah desa, lembaga desa, tenaga kesehatan hingga perusahaan di sekitar wilayah tersebut duduk dalam satu ruang untuk mencari bentuk dukungan yang dapat diberikan.
“Di dalamnya ada pemerintah desa, lembaga-lembaga, tenaga kesehatan, serta perusahaan-perusahaan di sekitar desa,” jelas Ardy.
Cara tersebut membuat penanganan stunting dan persoalan kesehatan tidak hanya menjadi urusan tenaga kesehatan. Pemerintah desa berusaha menjadikannya sebagai kerja bersama.
Bagi warga yang membutuhkan bantuan, Fokus Muara Ritan diharapkan menjadi pintu untuk mendapatkan dukungan yang sebelumnya mungkin sulit mereka jangkau.
“Fokus Muara Ritan menjadi wadah masyarakat untuk mendapatkan bantuan, terutama di bidang kesehatan dan penanganan stunting,” ungkap Ardy.
Pemerintah desa juga menggandeng perusahaan di sekitar Muara Ritan agar ikut mengambil bagian dalam membantu kebutuhan masyarakat.
“Kami juga mengajak perusahaan-perusahaan sekitar untuk membantu masyarakat di wilayah sekitar,” katanya.
Bagi Pemerintah Desa Muara Ritan, upaya menekan stunting pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang program. Semuanya dimulai dari hal paling sederhana: mendengar apa yang dibutuhkan warga, lalu bersama-sama berusaha mencarikan jalan keluarnya.
Editor : Dzulfikar
Artikel Terkait
