Drama Penangkapan Anak Kiai Jombang: Pesantren 12 Jam Dikepung Polisi, Ratusan Orang Ditangkap

JOMBANG, iNewsKutai.id - Tersangka pelaku pencabulan santriwati Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi, akhirnya bisa ditangkap Polda Jawa Timur. Namun, penangkapan itu disertai drama panjang dan negoisasi yang alot.
Pada upaya penangkapan kali ini, polisi mengerahkan ratusan personel Polres Jombang dan Polda Jatim. Bahkan Brimob bersenjata lengkap dan tameng dikerahkan ke lokasi sejak pukul 07.00 WIB.
Polisi yang melakukan penyisiran di dalam pesantren yang terkepung bahkan tidak menemukan tersangka. Akhirnya polisi melunak dan kembali menempuh upaya negoisasi dengan pemimpin Pondok Pesantren Shiddiqiyah.
Berikut fakta-fakta penangkapan pelaku pencabulan santriwati:
1. Pesantren Dikepung Lebih dari 12 Jam
Ratusan polisi dikerahkan mengepung Pondok Pesantren Shiddiqiyah sejak Kamis (7/7/2022) pukul 07.00 WIB, anggota kepolisian dari Polres Jombang dan Polda Jatim, termasuk Brimob bersenjata lengkap dan tameng dikerahkan ke lokasi.
2. Dihalangi pendukung
Sejumlah pendukung menghalang-halangi polisi yang hendak menangkap Mas Bechi. Sempat terjadi dorong-dorongan antara polisi yang berupaya masuk ke pesantren dengan sejumlah orang. Pada siang hari ada puluhan orang yang diamankan polisi. "Yang kami amankan sekitar 60 orang. Di dalam juga masih kami periksa, kami pilah, mudah-mudahan cepat," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto.
3. Polisi Terluka
Penangkapan Mas Bechi yang dihalangi pendukungnya menimbulkan ketegangan. Ada seorang polisi yang terluka. Dia digotong dan dilarikan ke rumah sakit dengan tangan berdarah. Setelah terjadi ketegangan itu, polisi berhasil masuk ke lingkungan pesantren. "Ada upaya paksa petugas dan dorong-dorongan. Namun polisi kini sudah masuk di dalam," ujar Dirmanto yang juga berada di lokasi.
4. Ratusan Simpatisan Ditangkap
Polisi menangkap ratusan orang yang diangkut dengan delapan truk dari lokasi pesantren. Mereka yang ditangkap umumnya simpatisan dan bukan santri. Bahkan ada yang datang dari luar daerah seperti Lampung. Mereka kemudian digiring ke Polres Lampung untuk diperiksa.
"Di dalam juga banyak simpatisan. Kita sudah mengamankan simpatisan ini ke Polres Jombang. Jumlah simpatisan itu ada 320 orang dan 20 di antaranya anak-anak," katanya.
5. Sisir Pesantren
Polisi yang berhasil masuk ke pesantren langsung mencari Mas Bechi yang bersembunyi. Seluruh gedung dan kamar di area pesantren seluas lima hektare itu disisir dan digeledah polisi. "Kami masih upayakan penggeledahan gedung dan kamar-kamar, karena kan ponpesnya luas ada banyak gedung dan kamar," ujar Dirmanto.
6. Ruangan Tersembunyi
Penggeledahan dan penyisiran polisi di pesantren menemukan banyak ruangan rahasia yang tersembunyi. Hingga lebih dari 12 jam, Mas Bechi belum juga ditemukan. Polisi meminta keluarga kooperatif untuk menyerahkan Mas Bechi yang bersembunyi di pesantren. "Banyak sekali ruangan-ruangan yang kosong tersembunyi di sana," ujar Dirmanto.
7. Menyerahkan Diri
Mas Bechi akhirnya menyerahkan diri sekitar pukul 23.00 WIB. Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengatakan Mas Bechi telah menyerahkan diri ke polisi dan langsung digelandang ke Polda Jatim. "Sedang diperiksa petigas," ujar Afinta dikonfirmasi penyerahan diri Mas Bechi.
8. Ditahan di Rutan Medaeng
Usai menyerahkan diri, Mas Bechi digelandang ke Polda Jatim. Setelah menjalani pemeriksaan pada Jumat (8/7/2022) dini hari, Mas Bechi langsung dijebloskan ke Rutan Medaeng Surabaya. Sebelum dititipkan ke Rutan Madaeng, Mas Bechi menjalani proses sidik jari untuk memastikan yang dibawa benar MSAT yang menjadi DPO kasus dugaan pencabulan santriwati. "Untuk mempermudah proses pelimpahan kepada Kejati Jawa Timur, tersangka dititipkan ke Rutan Klas 1 Medaeng," kata Dirmanto.
Editor : Abriandi