get app
inews
Aa Text
Read Next : Kecamatan Anggana Gelar Lomba Kampung Merah Putih Sambut HUT RI ke-81

Pasokan Air Menipis, BPBD Kukar Petakan Ancaman Gagal Panen di 9 Kecamatan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:22 WIB
header img
Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandy. Foto: Dok

TENGARONG, iNewsKutai.id - Kemarau mulai menguji lahan pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kekurangan air berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko gagal panen.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar bersama tim terpadu memetakan lahan pertanian yang terdampak kekeringan. Sembilan kecamatan menjadi sasaran survei untuk mengetahui kondisi tanaman, ketersediaan air, dan kebutuhan petani.

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandy, mengatakan pemetaan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi pertanian di lapangan. Tim gabungan mulai turun ke wilayah yang terdampak kemarau sejak Rabu, 12 Agustus 2026.

“Salah satu dampak turunan dari kemarau ini yang berdampak pada gagal panen. Dan mulai kemarin bersama tim kawan-kawan di satgas itu kita mapping, kita survei, keperluan yang gagal panen itu di sembilan kecamatan,” kata Sandy.

Sembilan kecamatan itu adalah Marangkayu, Loa Janan, Anggana, Tenggarong, Tenggarong Seberang, Muara Kaman, Loa Kulu, Sebulu, dan Samboja.

Tim memeriksa kondisi lahan, tingkat kekeringan, ketersediaan sumber air, hingga kebutuhan penanganan. Data tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan intervensi di setiap wilayah.

Marangkayu menjadi salah satu wilayah yang telah mendapat penanganan awal. Tim menemukan sumber air yang masih bisa dimanfaatkan untuk membantu mengairi lahan pertanian yang terdampak.

Namun, kondisi di delapan kecamatan lainnya masih dalam pemetaan. Sandy mengatakan penanganan tidak bisa dilakukan dengan pola yang sama karena kebutuhan setiap wilayah berbeda.

“Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi lahan, tingkat kekeringan hingga kebutuhan masing-masing wilayah. Nanti itu sektor leading-nya, nanti itu Dinas Pertanian,” ujarnya.

BPBD, kata Sandy, berperan sebagai unsur pendukung. Dinas Pertanian menjadi sektor utama yang menentukan langkah teknis, termasuk penyelamatan tanaman dan pola pengairan.

“Apa sih yang mereka perlukan, apa yang bisa kita lakukan untuk jangka pendek ini. Kita akan ada rencana hasil yang kita akan susun,” kata dia.

Pemerintah juga mulai menyiapkan langkah untuk menghadapi musim kering yang lebih panjang. Salah satu opsi yang dibahas adalah bantuan benih padi yang lebih sesuai untuk ditanam pada kondisi minim air.

Bantuan tersebut nantinya dapat diusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Pemilihan varietas dinilai penting agar petani tetap dapat mempertahankan produksi meski pasokan air terbatas.

“Misalnya setelah ini menyelamatkan ini padi, misalnya sudah bisa panen, mungkin nanti ada bantuan yang dari provinsi. Itu tentang bibit yang memang padi, misalnya cocok untuk ditanam di saat musim kering ini,” ujar Sandy.

Menurut dia, risiko terhadap pertanian perlu diantisipasi sejak awal. Kukar merupakan salah satu daerah penyumbang produksi padi terbesar di Kalimantan Timur.

“Jadi kan secara harapnya memang kalau untuk bicara padi pun, kita ini Kukar salah satu penyumbang terbesar,” kata Sandy.

Editor : Dzulfikar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut