Program Terang Kampungku Jangkau Loa Sumber, 25 Titik Lampu Bantu Penerangan Desa
TENGGARONG, iNewsKutai.id – Program Terang Kampungku yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mulai memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Loa Sumber. Sebanyak 25 titik lampu penerangan telah dipasang di sejumlah kawasan permukiman dan fasilitas umum untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari.
Kehadiran fasilitas penerangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas pelayanan infrastruktur dasar hingga tingkat desa. Meski demikian, kebutuhan penerangan di Loa Sumber masih belum sepenuhnya terpenuhi.
Kepala Desa Loa Sumber, Sukirno, mengatakan desanya menjadi salah satu penerima program Terang Kampungku yang merupakan bagian dari Kukar Idaman. Menurut dia, program tersebut mulai dilaksanakan di wilayahnya sekitar 2023.
“Kalau terkait program Terang Kampungku dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melalui program Kukar Idaman, program ini sudah dilaksanakan sejak 2023, kalau tidak salah. Alhamdulillah, Desa Loa Sumber juga mendapatkan program Terang Kampungku,” ujar Sukirno, Senin (12/10/2026).
Ia menjelaskan, sebanyak 25 titik lampu dipasang di lima wilayah rukun tetangga, yakni RT 4, RT 5, RT 6, RT 7, dan RT 9. Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan penerangan masyarakat, khususnya pada kawasan yang digunakan untuk kepentingan umum.
Selain gang permukiman, pemerintah desa memprioritaskan pemasangan lampu di taman dan kawasan pemakaman muslim. Fasilitas tersebut dinilai membutuhkan penerangan agar lebih mudah diakses masyarakat pada malam hari.
“Lokasinya berada di wilayah RT 9, RT 7, RT 6, RT 5, dan RT 4. Namun, pada saat itu program Terang Kampungku lebih kami prioritaskan untuk sarana umum. Selain gang-gang, kami juga memprioritaskan taman dan pemakaman muslim, khususnya penerangan di pemakaman tersebut,” katanya.
Penerangan Desa Masih Perlu Diperluas
Sukirno menilai program Terang Kampungku membantu pemerintah desa memenuhi sebagian kebutuhan penerangan lingkungan. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah gang yang belum terjangkau fasilitas lampu dari program tersebut.
“Yang pasti, terkait penerangan, desa kami masih sangat kekurangan. Banyak gang yang belum teraliri penerangan lampu, khususnya lampu dari program Terang Kampungku,” ungkapnya.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pembangunan desa berikutnya. Penerangan lingkungan tidak hanya menunjang aktivitas masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan kawasan permukiman.
Sukirno berharap program Terang Kampungku dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya menjangkau lebih banyak wilayah desa. Namun, ia memahami bahwa kemampuan keuangan daerah turut memengaruhi pelaksanaan program pembangunan.
“Harapan terbesar kami, mudah-mudahan dengan situasi dan kondisi saat ini, ketika anggaran daerah mengalami defisit atau efisiensi, anggaran pada tahun-tahun mendatang bisa lebih baik lagi sehingga program Terang Kampungku dapat dilanjutkan di desa-desa,” ujarnya.
Ia mengatakan keberadaan lampu penerangan juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat. Kawasan permukiman yang memiliki penerangan memadai dinilai dapat membantu mengurangi potensi gangguan keamanan pada malam hari.
“Kalau kampung atau gang gelap, tentu berpotensi menimbulkan hal-hal negatif. Dengan adanya penerangan, wilayah desa juga menjadi lebih baik, terang, dan indah pada malam hari,” katanya.
Realisasi 25 titik lampu di Desa Loa Sumber menunjukkan pelaksanaan program Terang Kampungku telah menjangkau sejumlah fasilitas umum dan lingkungan permukiman. Di sisi lain, masih adanya kawasan yang membutuhkan penerangan menjadi catatan bagi kelanjutan program tersebut.
Pemerintah desa berharap dukungan pembangunan penerangan dapat diteruskan secara bertahap, dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kemampuan anggaran daerah.
Editor: Suriya Mohamad Said