Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kukar Target Tiga Besar Porprov Korpri Kaltim 2026, Atlet ASN Jalani Latihan Intensif
Advertisement . Scroll to see content

500 Guru Mengaji di Kukar Diuji Kompetensinya, Pemkab Tekankan Kualitas Pendidikan Al-Qur'an

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02 WIB
  • author Tim iNews.id
500 Guru Mengaji di Kukar Diuji Kompetensinya, Pemkab Tekankan Kualitas Pendidikan Al-Qur'an
Pemkab Kukar gelar sertifikasi 500 guru mengaji dari 16 kecamatan untuk meningkatkan kompetensi, kualitas bacaan, tajwid, dan metode pembelajaran Al-Qur'an. Foto Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono Kasnu/Ist

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik belum cukup menjadi bekal seorang guru mengaji. Mereka juga dituntut memahami metode pembelajaran, menguasai ilmu tajwid, serta mampu menjadi teladan bagi anak-anak yang dididiknya. Upaya meningkatkan kualitas para pendidik keagamaan itu dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui program sertifikasi yang melibatkan 500 guru mengaji dari 16 kecamatan, Sabtu (17/10/2026).

Program yang digagas Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) bersama Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur'an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Kukar tersebut menjadi kegiatan sertifikasi guru mengaji pertama yang diselenggarakan di daerah itu.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono Kasnu, mengatakan sertifikasi bukan sekadar proses mendapatkan pengakuan administratif. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi upaya memastikan pendidikan Al-Qur'an diberikan oleh tenaga pengajar yang memiliki kemampuan dan integritas.

"Sertifikasi adalah bagian dari ikhtiar kita untuk memastikan bahwa pendidikan Al-Qur'an diberikan oleh para pendidik yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjadi teladan bagi anak-anak didiknya," ujar Sunggono saat membuka kegiatan tersebut.

Menurutnya, kualitas pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, peningkatan kemampuan guru mengaji perlu mendapat perhatian sebagaimana pengembangan sumber daya manusia di sektor pendidikan lainnya.

Sunggono menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, maupun ketersediaan fasilitas publik.

Pembentukan karakter, penguatan nilai moral, dan pendidikan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus.

Sebelum mengikuti sertifikasi, sebanyak 500 peserta telah menjalani pembinaan melalui program Tahsin Al-Qur'an selama tiga bulan, yakni April hingga Juni 2026.
Pembinaan tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas bacaan, pemahaman tajwid, serta ketepatan makhraj atau tempat keluarnya huruf dalam membaca Al-Qur'an.

Tahapan itu menjadi bekal peserta sebelum mengikuti proses penilaian kompetensi dan munaqosah.

Sunggono meminta para peserta tidak memandang proses penilaian hanya sebagai syarat memperoleh sertifikat. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperbaiki kemampuan mengajar sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan masing-masing.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada LPTQ dan BKPAKSI Kukar yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada LPTQ dan BKPAKSI Kabupaten Kutai Kartanegara, beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini," katanya.

Pemkab Kukar berharap program sertifikasi tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan seluruh tahapan penilaian.

Pembinaan lanjutan, pendampingan, serta peningkatan kompetensi secara berkala dinilai perlu dilakukan agar kemampuan guru mengaji terus berkembang seiring kebutuhan pendidikan.

Melalui kerja sama LPTQ dan BKPAKSI, pemerintah daerah ingin memastikan peningkatan kualitas pengajar dapat memberikan dampak langsung terhadap proses pembelajaran Al-Qur'an di masyarakat.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan Gerakan Etam Mengaji yang selama ini diarahkan untuk memperluas pendidikan Al-Qur'an di Kutai Kartanegara.

Dengan melibatkan guru mengaji dari 16 kecamatan, pemerintah berharap peningkatan kualitas pendidikan keagamaan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di berbagai kecamatan.

Editor: Suriya Mohamad Said

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut