Rumah Nyaris Roboh dan Rawan Banjir, Warga Samboja Menanti Hunian yang Lebih Aman
SAMBOJA, iNewsKutai.id – Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru menyimpan risiko bagi penghuninya. Di Jalan Poros Balikpapan–Handil 2, Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, sebuah rumah warga berada dalam kondisi memprihatinkan.
Bangunannya nyaris roboh. Atap yang bocor membuat air hujan mudah masuk, sementara ancaman banjir menambah persoalan yang harus dihadapi penghuninya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, saat meninjau calon penerima Program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) bersama jajaran Baznas Kukar, 18 Oktober 2026.
Rumah itu direncanakan mendapat penanganan melalui pembongkaran dan pembangunan kembali sejumlah bagian bangunan. Rangka atap dan seng akan diganti, sedangkan material yang masih layak tetap dimanfaatkan.
Tak hanya memperbaiki kerusakan, posisi rumah juga direncanakan ditinggikan sekitar satu meter untuk mengurangi risiko banjir.
Rendi mengatakan, penanganan rumah tidak layak huni membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Penanganan rumah tidak layak huni ini membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari Baznas Kukar, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), pemerintah kecamatan, kelurahan maupun desa, hingga Ketua RT,” ujar Rendi.
Menurut dia, perbaikan rumah bukan semata urusan mengganti material bangunan. Keselamatan dan kesehatan keluarga yang tinggal di dalamnya juga harus menjadi perhatian.
Program RLHB diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi tidak memadai.
Bagi keluarga penerima bantuan, rencana perbaikan tersebut membawa harapan sederhana: memiliki rumah yang tidak lagi mengkhawatirkan ketika hujan turun atau banjir datang.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar