Kalimantan Timur - Pembangunan jalan penghubung Tering–Ujoh Bilang yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat dengan Kabupaten Mahakam Ulu resmi rampung dan mencapai progres 100 persen. Infrastruktur strategis tersebut diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur dan menjadi tonggak penting terbukanya akses darat bagi wilayah pedalaman yang selama puluhan tahun terisolasi.
Peresmian dilakukan pada ruas jalan segmen 1, 2, 3, dan 4. Selama hampir 80 tahun, masyarakat Mahakam Ulu belum menikmati akses jalan darat yang memadai dan bergantung pada jalur sungai sebagai sarana transportasi utama.
“Alhamdulillah, progres pembangunan jalan ini sudah 100 persen dan seluruh segmen telah selesai. Hari ini kita resmikan agar membawa kebermanfaatan dan keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di Mahakam Ulu dan Tering,” ujar Gubernur Kalimantan Timur dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa peresmian jalan tersebut bukanlah akhir dari pembangunan, melainkan awal dari pemerataan infrastruktur menuju wilayah pedalaman dan perbatasan.
“Ini bukan akhir dari pembangunan. Ini adalah awal agar pembangunan terus berlanjut sampai ke Ujoh Bilang dan wilayah lainnya di Mahakam Ulu,” katanya.
Kabupaten Mahakam Ulu merupakan kabupaten termuda di Kalimantan Timur yang memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan tiga provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Tengah. Selain itu, wilayah ini juga berbatasan langsung dengan Malaysia, tepatnya negara bagian Sabah dan Sarawak.
Kondisi tersebut menjadikan pembangunan akses jalan memiliki arti penting, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam konteks konektivitas wilayah dan penguatan kedaulatan negara.
Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederik Edwin menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Timur dan Pemerintah Provinsi atas terbangunnya jalan penghubung dari Kutai Barat menuju Mahakam Ulu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang telah membangun jalan dari Kutai Barat menuju Mahakam Ulu,” ujar Frederik.
Ia juga menyampaikan pesan agar seluruh pemimpin daerah, baik di Kutai Barat maupun Mahakam Ulu, bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Beliau menitipkan pesan agar jalan ini dijaga dan dirawat dengan baik, sehingga bisa terus dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.
Frederik menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Barat akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan.
“Kabupaten akan terus berupaya meningkatkan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat. Kolaborasi ini penting agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk menyatakan bahwa rampungnya jalan Tering–Ujoh Bilang merupakan jawaban atas penantian panjang masyarakat Mahakam Ulu.
“Bagi masyarakat Mahakam Ulu, jalan ini adalah harapan yang sudah ditunggu puluhan tahun. Akses darat ini akan sangat membantu mobilitas, pelayanan, dan perekonomian warga,” kata Suhuk.
Ia menilai keberadaan jalan tersebut akan membuka isolasi wilayah, memperlancar distribusi logistik, serta memudahkan pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah pedalaman.
Suhuk juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu untuk bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam menjaga serta memaksimalkan pemanfaatan jalan tersebut.
“Kami siap berkolaborasi agar jalan ini tidak hanya terbangun, tetapi juga terawat dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Mahakam Ulu,” ujarnya.
Dengan diresmikannya jalan Tering–Ujoh Bilang, pemerintah berharap konektivitas wilayah pedalaman dan perbatasan Kalimantan Timur semakin kuat, sekaligus menjadi fondasi bagi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Dzulfikar
Artikel Terkait
