Geger, Seorang Anak Tenggelam dSAMi Sungai Mahakam

Dzulfikar Ash
Proses pencarian seorang anak tenggelam di Sungai Mahakam. Foto: ist

SAMARINDA. iNewsBalilpapan.id- Seorang anak berusia tujuh tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban bermain di tepi sungai bersama teman-temannya. Hingga Senin sore, korban belum ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Kejadian tersebut berlangsung di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Senin, 2 Januari 2026. Suasana haru dan kepanikan menyelimuti lokasi kejadian sejak kabar tenggelamnya korban menyebar di tengah warga.

Menurut keterangan saksi mata, korban diduga terjatuh ke sungai saat berada di bantaran Sungai Mahakam. Seorang nenek bernama Sarinem yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian mengungkapkan, korban sempat terlihat meminta tolong.

“Anaknya sempat melambaikan tangan dan minta tolong. Dia tenggelam, muncul lagi sebentar sambil melambaikan tangan, lalu tenggelam lagi dan tidak muncul ke permukaan,” ujar Sarinem. 

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar langsung berusaha memberikan pertolongan. Ayah korban, Sarul, yang mengetahui anaknya tenggelam, langsung melakukan pencarian secara tradisional dengan menyelam di sekitar lokasi kejadian.

“Begitu tahu anak saya jatuh ke sungai, saya langsung menyelam dan mencari sendiri. Tapi airnya keruh dan arus cukup kuat,” kata Sarul.

Namun upaya pencarian secara mandiri tersebut belum membuahkan hasil. Tak lama berselang, Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pos SAR Samarinda tiba di lokasi untuk melakukan operasi pencarian resmi.

Tim Basarnas langsung melakukan pencarian dengan metode penyelaman di titik awal korban diduga tenggelam. Selain itu, sejumlah peralatan pendukung disiagakan untuk memperluas area pencarian.

Koordinator Pos SAR Samarinda, Sianturi, menjelaskan bahwa apabila pencarian melalui penyelaman tidak membuahkan hasil, operasi akan dilanjutkan dengan penyisiran menggunakan perahu karet atau rubber boat.

“Jika hari ini belum ditemukan, pencarian akan kami lanjutkan dengan penyisiran menggunakan perahu karet di sekitar lokasi,” ujar Sianturi.

Ia menambahkan, penyisiran akan dilakukan dengan radius pencarian antara 500 meter hingga 1 kilometer dari titik awal korban diduga tenggelam, menyesuaikan kondisi arus Sungai Mahakam.

Operasi pencarian rencananya akan dilaksanakan selama tujuh hari sesuai dengan prosedur standar Basarnas. Pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, relawan, warga setempat, serta aparat keamanan.

Hingga saat ini, keluarga korban masih bertahan di lokasi kejadian, menunggu dengan penuh harap agar korban segera ditemukan. Warga sekitar juga turut membantu dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban di tengah situasi yang penuh duka ini.

Editor : Dzulfikar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network