Dua Kali Diabaikan Patrick Kluivert, Karir Pratama Arhan di Timnas Indonesia Tamat?

JAKARTA, iNewsKutai.id - Masa depan Pratama Arhan di timnas Indonesia semakin suram. Pemain Bangkok United itu tak dilirik pelatih Patrick Kluivert dalam dua laga tim Garuda.
Timnas Indonesia baru saja melakoni dua laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Australian dan Bahrain. Hasilnya, Indonesia dibantai Australia 1-5 dan menang 1-0 atas Bahrain.
Pelatih Patrick Kluivert sendiri memanggil 29 pemain untuk memperkuat timnas Indonesia. Sejatinya, pelatih asal Belanda itu hanya butuh 23 nama untuk masuk dalam Daftar Susunan Pemain.
Dari 29 nama pemain, mayoritas adalah wajah-wajah yang selama ini memperkuat timnas Indonesia. Salah satunya adalah Pratama Arhan yang selama ini menjadi langganan skuad Garuda.
Sayangnya, dalam dua laga tersebut, tidak ada nama Pratama Arhan dalam DSP yang disertakan. Arhan harus menyaksikan rekan-rekannya berjuang dari tribun penonton.
Patrick Kluivert mengabaikan bek Bangkok United itu saat melawan Australia dan Bahrain.
Padahal, pada era pelatih Shin Tae-yong, mantan pemain PSIS Semarang dan Suwon FC itu selalu mendapat tempat di skuad timnas Indonesia. Dia bahkan kerap menjadi senjata andalan pelatih asal Korea Selatan itu untuk memecah kebuntuan timnas dengan kelebihan lemparan jauhnya.
Kluivert lebih memilih Calvin Verdonk dan Shayne Pattynama untuk memperkuat sektor bek kiri. Dua nama ini memang menjadi saingan berat Arhan di timnas Indonesia.
Bahkan, kehadiran Verdonk yang tampil impresif membuat Arhan harus puas duduk di bangku cadangan. Statusnya sebagai salah satu pemilik caps terbanyak timnas mulai tersisih.
Berdasarkan data transfermarkt, Arhan sudah mencatatkan 50 caps bersama timnas Indonesia senior. Sejak debut pada 29 Mei 2021, pemain kelahiran Blora itu sudah menyumbang tiga gol dan lima assist.
Kini, di bawah pelatih Patrck Kluivert tidak lagi menyaksikan Arhan dengan aksi lemparan jauhnya yang kerap berbuah gol seperti saat melawan China. Dua kali dicoret Kluivert bisa jadi penanda karirnya di timnas Indonesia sudah tamat.
Dia berpotensi menyusul pemain Asnawi Mangkualam dan Witan Sulaeman yang sudah lebih dulu diabaikan Kluivert. Menarik untuk menantikan masa depan Pratam Arhan di timnas Indonesia.
Paling tidak, suporter harus menunggu hingga Juni 2025 mendatang apakah Pratama Arhan masih mendapat panggilan memperkuat timnas Indonesia atau tidak.
Editor : Abriandi