Anak 12 Tahun Diterkam Buaya Saat Berenang di Rawa Loktuan, Korban Kritis
BONTANG, KALIMANTAN TIMUR, – Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun menjadi korban serangan buaya saat berenang bersama teman-temannya di kawasan rawa RT 8, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan kini dalam kondisi kritis.
Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Sabtu (28/2/2026) siang. Saat itu, korban bersama sejumlah temannya bermain dan berenang di kolong rumah yang berada di area rawa.
Kapolsek Bontang Utara, AKP Lukito, menjelaskan, insiden bermula ketika korban dan teman-temannya bermain di kolong rumah yang tergenang air. Secara tiba-tiba, seekor buaya muncul ke permukaan dan langsung menerkam korban.
“Buaya tersebut sempat menyeret dan menenggelamkan korban ke dalam air. Teman-temannya yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta pertolongan,” ujar Lukito saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Teriakan anak-anak tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga bergegas mendatangi lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan. Salah seorang warga bahkan nekat terjun ke air untuk mengejar buaya dan menyelamatkan korban.
Dalam upaya penyelamatan yang berlangsung dramatis, warga memukul buaya menggunakan linggis. Setelah beberapa kali dipukul, buaya akhirnya melepaskan korban.
Korban kemudian segera dievakuasi ke darat dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka parah di beberapa bagian tubuh. Ia mengalami luka gigitan di lengan kanan, punggung sebelah kanan, serta luka cakaran di bagian dada.
Setelah berhasil diselamatkan, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit PKT untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Hingga kini, korban masih menjalani perawatan di ruang ICCU (Intensive Cardiac Care Unit) dan berada dalam kondisi kritis di bawah pengawasan ketat tim medis.
Pihak rumah sakit terus memantau perkembangan kondisi korban, terutama akibat luka gigitan yang cukup dalam dan risiko infeksi. Keluarga korban juga terus mendampingi selama proses perawatan berlangsung.
Menurut Lukito, pihak kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan koordinasi untuk mengantisipasi kemunculan buaya di kawasan tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar rawa dan sungai, agar lebih waspada.
“Kami mengingatkan warga untuk tidak berenang atau bermain di perairan terbuka, terlebih saat kondisi air pasang. Risiko kemunculan buaya cukup tinggi,” kata dia.
Peristiwa ini menambah daftar kasus konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah pesisir dan perairan Kalimantan Timur. Keberadaan permukiman yang berdekatan dengan habitat buaya disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya potensi serangan.
Warga setempat berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk melakukan penanganan, baik melalui patroli rutin maupun pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan. Sementara itu, keluarga korban masih berharap kondisi anak mereka segera membaik setelah mendapatkan penanganan intensif di ruang ICCU.
Editor : Dzulfikar