get app
inews
Aa Text
Read Next : FPKS Santuni Puluhan Anak Yatim, Soroti Stabilitas Harga Sawit di Momen Ramadan

Halalbihalal PWI Kaltim, Andi Harun: Media Harus Kritis, Sejuk Jadi Perekat Sosial

Minggu, 19 April 2026 | 11:06 WIB
header img
PWI Kaltim memggelar halalbihalal di Gedung PWI Kaltim, Sabtu (18/4/2026). (Foto: iNews).

SAMARINDA, iNews.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur menggelar halalbihalal di Gedung PWI Kaltim, Jalan Biola, Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang refleksi peran media di tengah dinamika sosial.

Sejumlah wartawan dari berbagai media hadir dalam suasana akrab. Selain menjadi momentum pasca-Idulfitri, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk mendiskusikan tantangan dunia jurnalistik ke depan.

Wali Kota Samarinda Andi Harun yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan tausiyah bertema jurnalisme kenabian. Ia menekankan pentingnya peran media dalam menjaga stabilitas daerah, terutama menjelang rencana aksi damai pada 21 April.

Menurut dia, media memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara informasi dan masyarakat. Karena itu, narasi pemberitaan dinilai berpengaruh terhadap situasi sosial.

“Media adalah jembatan informasi. Jika narasi yang disampaikan sejuk, maka kondisi masyarakat juga akan lebih tenang. Sebaliknya, jika provokatif, bisa memicu keresahan,” ujarnya.

Ia mengingatkan, fungsi media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan peran kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Kritik, kata dia, tetap diperlukan sepanjang disampaikan secara konstruktif.

“Tidak semua kebijakan pemerintah itu benar. Di situlah peran media untuk memberikan koreksi agar kebijakan lebih tepat sasaran,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Andi Harun mengaitkan praktik jurnalistik dengan nilai keagamaan, salah satunya merujuk pada Surah Al-Hujurat ayat 12 yang mengajarkan agar menghindari prasangka dan penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Ia menilai prinsip tersebut sejalan dengan etika jurnalistik yang mengedepankan akurasi dan verifikasi. Konsep jurnalisme kenabian, menurut dia, mencakup nilai sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), dan fathonah (cerdas).

Selain itu, jurnalis diharapkan mampu berperan sebagai muhassin yang menghadirkan solusi serta muwahid yang memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

“Jurnalis tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga harus mampu memberi arah dan solusi. Media harus menjadi perekat, bukan pemecah,” ujarnya.

Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin mengatakan tema yang diangkat relevan dengan kondisi saat ini. Arus informasi yang cepat, kata dia, menuntut wartawan untuk semakin profesional dan berpegang pada etika.

“Jurnalisme bukan sekadar menyampaikan berita, tetapi membawa misi kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat. Menurut dia, kolaborasi yang baik akan menciptakan ekosistem informasi yang sehat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme, termasuk dalam menghadapi tekanan di lapangan. Verifikasi dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik, kata dia, harus tetap menjadi prinsip utama.

Kegiatan ditutup dengan suasana saling bermaafan antarpeserta. Momentum ini diharapkan memperkuat komitmen insan pers untuk menjaga integritas serta menghadirkan pemberitaan yang informatif dan menyejukkan.

Editor : Dzulfikar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut