Tiga Balita Tewas dalam Kebakaran di Anggana, Delapan KK Kehilangan Rumah
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.17 Wita itu membuat warga panik. Mereka berusaha memberi bantuan sambil menunggu kedatangan petugas pemadam. Material bangunan yang umumnya berbahan kayu membuat api cepat merembet dan sulit dikendalikan.
Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Disdamkartan Kukar, Muksin mewakili Kepala Disdamkartan Kukar, Fida Hurasani menyebutkan kebakaran itu menghanguskan tiga bangunan.
“Satu rumah delapan pintu, satu rumah empat pintu, dan satu rumah pribadi. Api dapat dikuasai sekitar pukul 14.37 Wita,” ujar Muksin.
Ketiga korban dievakuasi ke Puskesmas Anggana untuk identifikasi dan pemeriksaan lanjutan. Identitas lengkap mereka beserta orang tuanya masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Proses pemadaman berlangsung lebih dari satu jam. Cuaca panas dan angin yang bertiup kencang sempat menghambat upaya petugas.
“Kondisi bangunan yang didominasi kayu membuat api cepat membesar. Kerusakan pun cukup luas,” kata Muksin.
Sedikitnya delapan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Sebagian besar bangunan rata dengan tanah, menyisakan puing yang masih berasap saat petugas melakukan pendinginan.
Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, tetapi penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi tim di lapangan.
“Ini baru dugaan awal. Kami menunggu laporan lengkap,” ujar Muksin. Pendataan kerugian juga masih berlangsung oleh Disdamkartan, Posko Anggana, dan aparat setempat.
Setelah proses autopsi selesai, jenazah ketiga korban dibawa kembali ke rumah duka di Jalan Poros Samarinda–Anggana, Desa Sungai Mariam RT 24, Gang Keluarga, sekitar pukul 20.00 Wita. Di rumah duka itu, jenazah dimandikan dan dipersiapkan untuk prosesi pemakaman.
Pemerintah kecamatan dan perangkat desa telah menyiapkan bantuan awal bagi keluarga terdampak, termasuk lokasi penampungan sementara. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Anggana.
Editor : Dzulfikar