MTQ Anggana Angkat Sejarah Sungai Meriam, Syiar Al-Quran Dipadukan dengan Jejak Budaya Lokal
TENGGARONG, iNewsKutai.id – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-16 tingkat Kecamatan Anggana tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Quran. Tuan rumah Desa Sungai Meriam memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan sejarah dan identitas budaya lokal kepada masyarakat.
Pembukaan MTQ yang digelar pada Selasa malam berlangsung meriah dan dihadiri ribuan warga. Kegiatan dibuka Ketua LPTQ Kutai Kartanegara, Sunggono, serta diikuti delapan kafilah dari seluruh desa di Kecamatan Anggana.
Nuansa sejarah langsung terasa sejak pembukaan. Setelah pelantikan dewan hakim dan dewan pengawas oleh Camat Anggana Rendra Abadi, acara dilanjutkan dengan penyerahan piala bergilir dan pertunjukan teater yang mengisahkan sejarah Desa Sungai Meriam.
Menurut Rendra, konsep tersebut sengaja dihadirkan agar MTQ tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ruang memperkenalkan warisan sejarah daerah.
“Yang membedakan MTQ ke-16 tahun ini adalah tuan rumah Desa Sungai Meriam mengangkat unsur budaya dan sejarah daerah. Dekorasi utama mengusung nuansa masjid bergaya Tionghoa karena memiliki keterkaitan dengan sejarah desa ini,” kata Rendra.
Ia menjelaskan, Desa Sungai Meriam pada masa lalu dikenal sebagai Sungai Meneng, kawasan yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas perdagangan masyarakat Tionghoa.
“Dulu Sungai Meriam dikenal sebagai Sungai Meneng. Ada sejarah masuknya para pedagang Tionghoa ke wilayah ini, sehingga tema tersebut kami angkat sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal,” ujarnya.
Bagi pemerintah kecamatan, pengangkatan sejarah tersebut juga menjadi pesan tentang pentingnya menjaga keberagaman yang telah lama tumbuh di Anggana.
“Kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya adalah bagian dari sejarah Kecamatan Anggana. Semangat toleransi itu harus terus dijaga oleh seluruh masyarakat,” ucapnya.
Selama pelaksanaan MTQ, delapan kafilah akan berkompetisi pada berbagai cabang lomba untuk menentukan wakil Kecamatan Anggana di MTQ tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara.
Rendra berharap MTQ tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran sekaligus melahirkan generasi qari dan qariah yang siap bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.
“Harapan kami melalui MTQ ini nilai-nilai Al-Quran semakin membumi di tengah masyarakat Kecamatan Anggana, sekaligus menjadi sarana mempersiapkan generasi muda untuk mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara hingga ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.
Editor: Dzulfikar