Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kukar Target Tiga Besar Porprov Korpri Kaltim 2026, Atlet ASN Jalani Latihan Intensif
Advertisement . Scroll to see content

Empat Bulan Hadapi Karhutla, BPBD Kukar Sebut Kebakaran Mulai Berkurang

Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:57 WIB
  • author Dzulfikar Ash
Empat Bulan Hadapi Karhutla, BPBD Kukar Sebut Kebakaran Mulai Berkurang
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Sandi.

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Setelah hampir empat bulan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara mencatat tren penurunan jumlah kejadian dan luas lahan terbakar. Namun, ancaman kebakaran dinilai belum sepenuhnya berakhir.

Sekretaris BPBD Kukar, Sandi, mengatakan kebakaran mulai terjadi sejak akhir Juli 2026, kemudian meningkat sepanjang Agustus. Memasuki September, jumlah kejadian dan luas lahan terbakar mulai menunjukkan penurunan.

“Di September pun sudah mulai turun, setengah lebih dari kejadian di bulan Agustus, sama luasannya. Termasuk juga di Oktober, alhamdulillah lebih turun lagi,” kata Sandi saat ditemui di Kantor BPBD Kukar, Kompleks Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Rabu (21/10/2026).

Menurut dia, penurunan tersebut menjadi perkembangan positif setelah petugas dan masyarakat menghadapi kebakaran selama beberapa bulan terakhir.

Kendati demikian, Sandi mengingatkan potensi karhutla masih perlu diwaspadai. Kondisi lahan yang mengering akibat minimnya hujan membuat api lebih mudah menyebar, terutama pada kawasan yang memiliki vegetasi kering dan lahan gambut.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Muara Muntai, Muara Kaman, Muara Wis, dan Kenohan. Kawasan tersebut memiliki lahan gambut yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Selain berpotensi menimbulkan kabut asap ketika terbakar, lahan gambut juga menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar.

Sandi turut mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap datangnya musim hujan sebagai tanda berakhirnya ancaman kebakaran.

Ia merujuk informasi prakiraan cuaca BMKG mengenai kemungkinan adanya jeda hujan pada sejumlah periode mendatang. Kondisi itu, menurut dia, perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan karhutla.

Karena itu, BPBD meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang berpotensi memunculkan percikan api.

“Stop dulu kegiatan yang bisa mengakibatkan kebakaran. Kita sayangi daerah kita, kita sama-sama jaga daerah kita supaya bisa menghirup lagi udara yang segar,” ujar Sandi.

Ia berharap tren penurunan karhutla dapat terus dipertahankan melalui kewaspadaan masyarakat dan upaya pencegahan di wilayah rawan kebakaran.

Editor: Dzulfikar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut