get app
inews
Aa Text
Read Next : Modus Google Maps Terbongkar! Polres Kukar Tangkap 40 Tersangka Narkoba

Keluarga Korban Dugaan Keracunan MBG di Kukar Harap Ada Kompensasi, Ini Alasannya

Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:04 WIB
header img
Foto: Salah satu orang tua korban dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sebulu, Nur Helva.

KUTAI KARTANEGARA, iNewsKutai.id – Keluarga korban dugaan keracunan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berharap penyelenggara memberikan kompensasi atas dampak yang dialami para korban dan keluarganya.

Harapan itu disampaikan Nur Helva, orang tua salah satu siswa yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Sebulu I setelah mengalami gejala diduga keracunan usai mengonsumsi menu MBG, Senin (3/8/2026).

Menurut Nur Helva, hingga kini belum ada informasi mengenai kemungkinan pemberian bantuan atau kompensasi dari pihak penyelenggara. Padahal, menurutnya, keluarga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendampingi anak selama menjalani perawatan.

“Kami berharap kalau bisa ada biaya kompensasi untuk kerugian mental anak. Kami juga harus bolak-balik mengurus anak, tentu ada biaya transportasi dan kebutuhan lainnya,” ujarnya saat ditemui di Puskesmas Sebulu I, Selasa (4/8/2026).

Dia mengaku bekerja sebagai buruh harian lepas sehingga kehilangan penghasilan selama mendampingi anaknya yang sakit.

“Kami ini buruh harian lepas. Kalau tidak bekerja ya tidak dapat uang. Kalau memang ada kemurahan hati dari pihak penyelenggara untuk membantu kami dari segi biaya, tentu kami bersyukur,” katanya.

Nur Helva mengatakan, hingga saat ini tim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebulu Ulu maupun Dinas Kesehatan hanya meminta keterangan terkait kronologi kejadian dan kondisi korban. Belum ada pembahasan mengenai kemungkinan pemberian kompensasi.

“Belum ada pembicaraan soal kompensasi. Mereka hanya menanyakan keluhan dan kronologi yang dialami anak saya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Sebulu Ulu, Rahmatullah Ananda Putra, mengatakan pihaknya masih fokus pada penanganan pascakejadian dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan, puskesmas, kepolisian, TNI, dan instansi terkait lainnya.

“Kami sesuai SOP bekerja sama dengan dinas terkait, puskesmas, Polsek, Koramil, dan lintas sektor lainnya agar penanganannya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pemberian kompensasi kepada korban, Putra menyatakan belum dapat memberikan penjelasan karena hal tersebut bukan menjadi kewenangannya.

“Untuk hal itu saya belum bisa menjawab karena mungkin ada juru bicaranya sendiri. Saya hanya menjalankan tugas sebagai Kepala SPPG,” katanya.

Dia menambahkan, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan serta mendukung proses investigasi yang sedang dilakukan. Adapun terkait kompensasi bagi korban, keputusan tersebut masih menunggu kebijakan dari pihak yang berwenang.

Editor : Dzulfikar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut