Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Karhutla Tinggal 500 Meter dari Habitat, 11 Orangutan Samboja Dievakuasi
Advertisement . Scroll to see content

Kabut Asap Makin Pekat di Tenggarong, Dua Puskesmas Catat Kualitas Udara Memburuk

Rabu, 16 September 2026 | 16:34 WIB
  • author Azizah
Kabut Asap Makin Pekat di Tenggarong, Dua Puskesmas Catat Kualitas Udara Memburuk
Foto: Jembatan Tenggarong terlihat samar tertutup kabut asap, dipotret dari kawasan Jalan Pahlawan, Bukit Biru, Tenggarong, Rabu (16/9/2026).

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Kabut asap kembali menyelimuti Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu, 16 September 2026. Langit tampak kelabu dan pandangan ke kejauhan mulai samar di tengah kondisi cuaca yang mendung sejak pagi.

Kabut asap terlihat di sejumlah kawasan, mulai dari Timbau, Bukit Biru, Jalan Imam Bonjol, hingga sekitar Jalan Danau Semayang. Secara visual, kabut pada Rabu ini terlihat lebih pekat dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Kondisi udara juga terekam melalui pengukuran partikulat di sejumlah titik di Tenggarong. Salah satunya dilakukan Puskesmas Loa Ipuh.

Berdasarkan informasi yang diunggah melalui akun Instagram Puskesmas Loa Ipuh, pengukuran pada Rabu sekitar pukul 13.55 Wita mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 298 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Sementara PM10 mencapai 521 µg/m³.

Dalam materi yang diunggah tersebut, Puskesmas Loa Ipuh mengategorikan kedua hasil pengukuran itu sebagai berbahaya. Acuan yang dicantumkan dalam materi tersebut menyebut PM2.5 di atas 250 µg/m³ dan PM10 di atas 420 µg/m³ masuk kategori berbahaya.

Puskesmas Loa Ipuh pun meminta masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

“Warga, minta tolong pakai maskernya ya jika bepergian keluar rumah,” demikian imbauan yang disampaikan melalui akun Instagram Puskesmas Loa Ipuh.

Kondisi serupa dilaporkan Puskesmas Rapak Mahang di Kelurahan Timbau melalui media sosialnya. Pengukuran yang dilakukan di halaman parkir puskesmas mencatat PM2.5 sekitar 335 dan PM10 sekitar 857.

Puskesmas Rapak Mahang menyebut hasil pengukuran tersebut berada pada level merah dan mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Debu Sangat Kecil yang Terhirup Bersama Udara

Pengukuran kualitas udara tersebut dilakukan menggunakan Particulate Dust Meter atau Particle Counter tipe DAZ-400 (InScienPro). Alat ini digunakan untuk mengukur konsentrasi partikel debu di udara, terutama PM2.5 dan PM10. Perangkat tersebut juga dapat membaca suhu dan kelembapan.

PM2.5 merupakan partikel sangat halus dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Dalam materi edukasi Puskesmas Loa Ipuh, ukurannya disebut sekitar 30 kali lebih kecil dibandingkan sehelai rambut manusia.

Adapun PM10 merupakan partikel udara berukuran 10 mikrometer atau lebih kecil. Partikel-partikel tersebut dapat terhirup bersama udara.

Karena ukurannya yang sangat kecil, kondisi udara tidak cukup dinilai hanya berdasarkan seberapa tebal kabut terlihat oleh mata. Pengukuran partikulat diperlukan untuk mengetahui konsentrasi PM2.5 dan PM10 pada suatu lokasi.

Puskesmas Loa Ipuh juga mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat. Warga dianjurkan menggunakan pelindung diri ketika berada di luar ruangan, terutama masker N95, serta dapat menggunakan topi, kacamata, dan pakaian panjang.

Masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Dalam imbauannya, Puskesmas Loa Ipuh menyarankan warga menghindari aktivitas di luar ruangan ketika suhu sangat panas, terutama sekitar pukul 10.00 hingga 16.00 Wita.

Warga juga diingatkan tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar.

Sementara itu, Rina, warga Tenggarong, mengatakan kabut asap pada Rabu terlihat lebih pekat dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Ini karena dari pagi memang sudah mendung, jadi asapnya kelihatan lebih tebal dari biasanya. Kalau melihat ke arah jauh agak samar, tapi aktivitas masih tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Meski pandangan ke kejauhan mulai berkurang, arus kendaraan dan aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan Tenggarong masih terpantau berjalan normal.

Hasil pengukuran Puskesmas Loa Ipuh dan Puskesmas Rapak Mahang merupakan pengukuran pada lokasi dan waktu tertentu. Karena itu, angka tersebut menggambarkan kondisi udara pada titik pengukuran masing-masing dan tidak serta-merta mewakili kondisi seluruh wilayah Tenggarong.

Editor: Dzulfikar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut