Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bupati Aulia Dorong Peran Daerah di Sektor Energi, Siapkan Transisi Ekonomi Kukar
Advertisement . Scroll to see content

Kebakaran 70 Bangunan di Tenggarong Jadi Evaluasi, Aulia Siapkan Dana RT untuk Akses Air Darurat

Senin, 12 Oktober 2026 | 17:32 WIB
  • author Tim iNews.id
Kebakaran 70 Bangunan di Tenggarong Jadi Evaluasi, Aulia Siapkan Dana RT untuk Akses Air Darurat
Pemkab Kukar akan mengoptimalkan dana RT 2027 untuk menyediakan sumber air di permukiman padat yang sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran. Foto Bupati Kukar Aulia Rahman Basri/Ist

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Kebakaran yang menghanguskan sekitar 70 bangunan di kawasan padat penduduk Jalan Danau Aji, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), menyisakan persoalan yang lebih luas dari sekadar kerugian material. Sempitnya akses permukiman dan keterbatasan sumber air menjadi perhatian pemerintah daerah dalam mengevaluasi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.

Peristiwa yang terjadi di RT 033, Kelurahan Melayu, pada 5 Oktober 2026 itu mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menyiapkan langkah pencegahan melalui penguatan program RT-KU Terbaik pada tahun anggaran 2027.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, berencana mengoptimalkan dana RT untuk mendukung penyediaan sumber air di lingkungan permukiman, terutama kawasan yang sulit dijangkau armada pemadam kebakaran.

“Komitmen kita, dana RT tahun depan tidak kita kurangi. Salah satu penguatan dana RT adalah bagaimana kita memastikan ketersediaan air di setiap sudut tempat yang sulit dijangkau kendaraan,” ujar Aulia dalam keterangannya pekan ini.

Gang Sempit Jadi Persoalan

Kebakaran di Jalan Danau Aji memperlihatkan tantangan penanganan bencana di tengah permukiman padat. Ketika api membesar, akses kendaraan pemadam menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat proses penanganan.

Persoalannya, tidak semua kawasan permukiman memiliki jalan yang cukup lebar untuk dilalui armada pemadam kebakaran.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan sumber air di sekitar lingkungan warga menjadi kebutuhan yang perlu diperhitungkan sejak awal, bukan hanya ketika kebakaran sudah terjadi.

Aulia mengatakan, pemerintah daerah telah membahas persoalan tersebut bersama Fida Hurasani dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar.

Pembahasan difokuskan pada kebutuhan penyediaan air dan kemungkinan pengembangan sistem pengairan yang dapat mendukung penanganan kebakaran di kawasan dengan akses terbatas.

Dana RT Disesuaikan dengan Kerawanan Lingkungan

Melalui program RT-KU Terbaik, pemerintah daerah membuka kemungkinan penggunaan dana RT untuk membiayai kebutuhan infrastruktur pendukung penanganan kebakaran.

Namun, Aulia menekankan bahwa persoalan setiap lingkungan berbeda. Karena itu, kebutuhan masing-masing RT harus dipetakan sebelum pemerintah menentukan bentuk intervensi.

Kawasan permukiman padat dengan akses jalan sempit, misalnya, dapat memiliki kebutuhan berbeda dibandingkan lingkungan yang relatif mudah dijangkau kendaraan pemadam.

“Nanti kita lihat, kalau seandainya bisa ditangani dengan dana RT, maka kita akan coba optimalkan pembiayaan melalui dana RT untuk mengatasi permasalahannya,” kata Aulia.

Rencana tersebut sekaligus menempatkan dana RT tidak hanya sebagai instrumen pembangunan lingkungan, tetapi juga sebagai salah satu sumber pembiayaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi bencana.

Meski demikian, pemerintah daerah belum merinci besaran anggaran yang akan dialokasikan secara khusus untuk penyediaan air, bentuk fasilitas yang akan dibangun, maupun jumlah RT yang menjadi prioritas pada 2027.

Pencegahan Tak Cukup Mengandalkan Mobil Pemadam

Rencana penguatan dana RT ini menandai perhatian pemerintah terhadap persoalan penanganan kebakaran di tingkat lingkungan.

Selama ini, keberadaan armada pemadam menjadi bagian penting dalam merespons kebakaran. Namun, efektivitas penanganannya juga bergantung pada kondisi jalan, jarak sumber air, dan kemudahan menjangkau titik api.

Karena itu, penyediaan air di lokasi strategis berpotensi menjadi bagian dari sistem pendukung penanganan kebakaran, terutama di permukiman yang tidak memungkinkan kendaraan besar masuk hingga ke titik kejadian.

Tantangan berikutnya adalah memastikan rencana tersebut dapat diterjemahkan menjadi fasilitas yang benar-benar tersedia dan dapat digunakan ketika keadaan darurat terjadi.

Bagi warga di kawasan padat penduduk seperti Jalan Danau Aji, langkah pencegahan menjadi penting setelah kebakaran awal Oktober lalu memperlihatkan betapa cepatnya api dapat meluas di tengah permukiman.

Kini, rencana penguatan dana RT pada 2027 masih menunggu langkah teknis pemerintah daerah. Termasuk pemetaan wilayah rawan, penentuan kebutuhan sumber air, serta mekanisme penggunaan anggaran di tingkat lingkungan.

Sebab, ketika kebakaran kembali terjadi, yang dibutuhkan warga bukan sekadar tambahan anggaran, melainkan akses air dan sistem penanganan yang siap digunakan.

Editor: Suriya Mohamad Said

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut