Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Selasa mengecam pernyataan menteri sayap kanan Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir yang menganjurkan emigrasi sukarela warga Palestina keluar dari Gaza.
Komentar menteri Israel tersebut tampaknya menggarisbawahi kekhawatiran sebagian besar dunia Arab bahwa Israel ingin menggusur secara paksa dan melakukan pembersihan etnis di wilayah Palestina.
Di sisi lain, Israel terus melancarkan serangan militer brutalnya di Gaza meskipun ada seruan global untuk melakukan gencatan senjata dalam perang yang telah berlangsung selama 11 pekan tersebut.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, 22,313 warga Palestina telah terbunuh, dan 57,296 terluka dalam genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza sejak tanggal 7 Oktober.
Perkiraan Palestina dan internasional menyebutkan mayoritas dari mereka yang terbunuh dan terluka adalah perempuan dan anak-anak.
Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada Kamis, 04 Januari 2024
Editor : Abriandi
Artikel Terkait