get app
inews
Aa Text
Read Next : Menuju 2026, Pemkab Kukar Perkuat Skema Kolaborasi

Gubernur Kaltim Temui Sultan Kutai Usai Polemik Protokoler, Tegaskan Komitmen Hormati Adat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:37 WIB
header img
Gubernur Kalimantan Timur bersilaturahmi dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin, di Kedaton Kutai Kartanegara, Kamis sore, 15 Januari 2026. Foto: Dok. Adpim

Tenggarong, Kalimantan Timur — Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud melakukan tabayun langsung ke Kedaton Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kamis (15/1/2026), menyusul polemik penempatan posisi duduk Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, dalam sebuah acara kenegaraan di Balikpapan.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah beredarnya video yang memperlihatkan Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan posisi duduk Sultan yang berada di bagian belakang saat peresmian Kilang Balikpapan. Peristiwa itu memicu perhatian publik dan perbincangan luas mengenai penghormatan terhadap adat dalam agenda kenegaraan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebelumnya telah memberikan klarifikasi resmi. Namun, pertemuan langsung antara Gubernur dan Sultan dipandang sebagai langkah simbolik sekaligus substantif untuk meredakan polemik dan meluruskan pemahaman.

Dalam pertemuan di Kedaton, Sultan Aji Muhammad Arifin menegaskan bahwa kejadian tersebut perlu dijadikan pembelajaran agar tidak terulang. Ia menyampaikan bahwa Gubernur Kaltim telah menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa tersebut.

“Yang terpenting adalah agar hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depan. Kesalahan sudah disadari dan telah dimintakan maaf,” ujar Sultan.

Sultan juga mengungkapkan bahwa insiden serupa bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, kejadian sejenis pernah berlangsung dalam kunjungan Presiden Joko Widodo saat agenda Ibu Kota Nusantara (IKN), serta kembali terjadi pada kunjungan Presiden Prabowo Subianto.

“Sudah dua kali kejadian seperti ini. Mudah-mudahan ke depan tidak terulang lagi, dan semua pihak bisa lebih memahami,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud menyatakan bahwa tabayun tersebut merupakan wujud itikad baik pemerintah daerah untuk menghormati adat dan budaya lokal, sekaligus memperbaiki tata kelola protokoler dalam kegiatan kenegaraan.

“Kami datang untuk meluruskan persoalan dan memohon arahan langsung dari Sultan, khususnya terkait protokoler dalam setiap kegiatan di Kalimantan Timur,” kata Rudi Mas’ud.

Ia menekankan pentingnya prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, peristiwa ini menjadi bahan introspeksi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.

Rudi Mas’ud juga menyampaikan apresiasi atas sikap Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang menerima tabayun tersebut dan memberikan masukan. Ia memastikan penghormatan terhadap adat dan kearifan lokal akan menjadi perhatian serius, termasuk dalam koordinasi dengan pemerintah pusat dan lembaga vertikal.

Pertemuan di Kedaton itu menandai upaya rekonsiliasi sekaligus penguatan kembali relasi antara pemerintah daerah dan institusi adat, di tengah dinamika pelaksanaan agenda kenegaraan di Kalimantan Timur.

Editor : Dzulfikar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut