Anak Muda Dilibatkan, UMKM Kreatif dan Sentuhan Kearifan Lokal Kutai Hidup di Musancab PDIP Kukar
TENGGARONG, iNewsKutai.id - Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDIP Kutai Kartanegara di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) tak hanya menjadi ruang konsolidasi politik. Kegiatan ini juga menjadi wujud penghargaan terhadap peran anak muda dengan melibatkan mereka secara langsung dalam geliat UMKM kreatif, sekaligus menampilkan tarikan khas budaya Kutai sebagai bagian dari identitas daerah.
Sejumlah produk ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya kuliner, tetapi juga produk berbasis lifestyle dengan konsep dan karakter yang kuat, mencerminkan identitas generasi muda Kukar yang mulai berani menggabungkan unsur modern dengan kearifan lokal.
Di sela kegiatan, nuansa budaya Kutai turut dihadirkan melalui tampilan seni dan sentuhan estetika lokal, mulai dari motif khas hingga gerak tari tradisional Kutai yang lembut dan berwibawa. Hal ini menjadi pengingat bahwa perkembangan ekonomi kreatif tidak lepas dari akar budaya yang menjadi jati diri daerah.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Flex In Club, komunitas kreatif yang mengusung konsep retro dalam setiap produknya. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa anak muda kini mulai diberi ruang untuk berkembang, tidak hanya secara gaya, tetapi juga dengan memasukkan nilai lokal dalam karya mereka.
Fenomena ini dinilai sebagai langkah positif, di mana anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi dilibatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah yang tetap berpijak pada budaya.
Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menilai keterlibatan ini sebagai bagian dari membuka peluang bagi generasi muda.
“Anak-anak muda kita sudah mulai berani tampil dengan identitas dan kreativitasnya. Ini harus kita dukung sebagai peluang besar bagi mereka,” ujarnya.
Menurutnya, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu ruang strategis bagi anak muda untuk berkembang. Pemerintah daerah pun mulai memperluas dukungan, tidak hanya pada sektor kuliner, tetapi juga pada bidang kreatif lainnya yang dekat dengan gaya hidup generasi muda, tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Keterlibatan komunitas seperti Flex In Club dalam Musancab dinilai bukan sekadar pelengkap kegiatan, melainkan bentuk nyata penghargaan terhadap potensi pemuda sekaligus upaya menjaga kesinambungan nilai-nilai kearifan lokal Kutai.
Geliat ini memang masih berada pada tahap awal. Namun, dengan ruang yang mulai terbuka dan identitas budaya yang terus diangkat, Kutai Kartanegara dinilai memiliki peluang besar melahirkan lebih banyak brand kreatif dari tangan anak muda.
UMKM pun kini tak lagi sekadar usaha, tetapi menjadi wadah ekspresi, identitas, sekaligus jembatan antara modernitas dan warisan budaya bagi generasi muda di daerah, sekaligus peluang masa depan bagi generasi muda di daerah.
Editor : Dzulfikar