get app
inews
Aa Text
Read Next : Kecamatan Anggana Gelar Lomba Kampung Merah Putih Sambut HUT RI ke-81

Dari Kutai untuk Nusantara, Spirit Perjuangan Sultan AM Idris Digaungkan kepada Generasi Muda

Selasa, 19 Mei 2026 | 08:58 WIB
header img
Foto :Diskusi publik Harbuknas-Harkitnas 2026 di Tenggarong menggaungkan semangat perjuangan Sultan Aji Muhammad Idris sebagai teladan bagi generasi muda.

TENGGARONG, InewsKutai.id — Semangat perjuangan Sultan Aji Muhammad Idris kembali diperkenalkan kepada generasi muda melalui Forum Diskusi Publik Hari Buku Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional 2026 di Tangga Arung Square (TAS), Tenggarong, Senin (18/5/2026).

Forum bertema “Pahlawan Nasional Sultan Aji Muhammad Idris; Spirit Masa Silam dan Teladan Masa Kini” itu menghadirkan budayawan Kalimantan Timur Muhammad Sarip, Bupati Aulia Rahman Basri, serta Pemuda Pelopor Kalimantan Timur 2024 bidang pendidikan, Ada Al Ali Murrabbaniah.

Kegiatan yang digelar Lasaloka KSB bersama Serikat Media Siber Indonesia Kutai Kartanegara itu diikuti pelajar, mahasiswa, jurnalis, komunitas literasi, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kukar. Diskusi dipandu praktisi media Kalimantan Timur, Ricardo Bobby Lolowang.

Dalam pemaparannya, Muhammad Sarip menyebut Sultan Aji Muhammad Idris sebagai tokoh besar Nusantara yang berperan penting dalam perjuangan melawan kolonialisme pada abad ke-18.

“Sultan Aji Muhammad Idris pernah membantu Sultan Wajo melawan VOC yang saat itu ingin menguasai wilayah Nusantara,” ujar Sarip.

Menurut dia, Sultan AM Idris memiliki tiga keteladanan utama, yakni sebagai tokoh budaya Kutai, pejuang anti-penjajahan, dan tokoh dakwah Islam yang terbuka bagi semua kalangan.

Sarip juga menjelaskan bahwa pada masa pemerintahan Sultan AM Idris, Kesultanan Kutai Kartanegara memiliki pengaruh besar di wilayah Kalimantan Timur. Ia menyebut sejumlah daerah seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Kutai Barat hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dahulu merupakan bagian dari wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara.

Selain itu, ia menyinggung adanya riwayat sejarah yang menyebut kitab konstitusi kesultanan Panji Salatin hingga Undang-Undang Beraja Nanti disusun pada masa pemerintahan Sultan AM Idris.

Sementara itu, Aulia Rahman Basri menilai semangat perjuangan Sultan AM Idris masih relevan bagi generasi muda saat ini. Menurutnya, keberanian meninggalkan kenyamanan demi membela daerah dan bangsa menjadi nilai penting yang patut diteladani.

“Beliau sebenarnya memiliki kehidupan yang nyaman. Tetapi ketika diminta membantu melawan VOC, beliau meninggalkan semuanya demi tanah kelahirannya,” kata Aulia.

Ia mengatakan, jika dahulu perjuangan dilakukan melawan penjajahan, maka generasi muda saat ini menghadapi tantangan masa depan melalui pendidikan, kreativitas, dan kemampuan bersaing.

Aulia juga mengingatkan pentingnya membangun rasa bangga terhadap sejarah dan identitas daerah agar generasi muda tidak merasa rendah diri.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Kutai, Pemkab Kukar mulai mengabadikan nama Sultan AM Idris pada sejumlah fasilitas publik, termasuk rumah sakit daerah.

“Saya sepakat nama beliau harus terus digaungkan. Muatan lokal di sekolah juga perlu membahas Sultan Aji Muhammad Idris agar anak-anak bangga dengan sejarah daerahnya,” ujarnya.

Ia turut menegaskan posisi penting Kutai Kartanegara dalam sejarah Kalimantan Timur.

“Kita bisa menyebut Samarinda dan Balikpapan sebagai pusat ekonomi. Tetapi kalau bicara asal-usul Kalimantan Timur, jawabannya ada di Kutai Kartanegara,” ucapnya.

Di sisi lain, Ada Al Ali Murrabbaniah menilai nilai kepemimpinan Sultan AM Idris masih dapat diterapkan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui pendidikan, kreativitas, maupun kontribusi sosial.

“Saya yakin pemuda saat ini bisa menerapkan jiwa kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Idris di bidang masing-masing,” katanya.

Ketua SMSI Kukar, Angga Triandi, berharap forum tersebut dapat memperkuat literasi sejarah lokal sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

“Nilai perjuangan dan kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Idris masih relevan sampai sekarang. Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini harus memperkuat literasi sejarah bagi pemuda,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, para narasumber menerima plakat berbahan daur ulang hasil karya Gerakan Penggiat Daur Ulang Sampah Kukar bersama EO Sinar Intan sebagai simbol bahwa pelestarian sejarah dapat berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan.

Editor : Dzulfikar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut