get app
inews
Aa Text
Read Next : Dugaan Keracunan MBG di Kukar, Dinkes Kirim Sampel Makanan ke BPOM, SPPG Sebulu Tutup Sementara

Mengapa Rita Widyasari Masih Menjadi Magnet Politik Kaltim Meski Tak Lagi Menjabat?

Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:50 WIB
header img
Foto: Mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari.

TENGGARONG, InewsKutai.id — Hampir satu dekade telah berlalu sejak Rita Widyasari meninggalkan kursi Bupati Kutai Kartanegara. Jabatan itu telah berganti, peta politik Kalimantan Timur berubah, dan generasi pemilih baru terus bermunculan. Namun, kepulangan Rita ke Tenggarong pada Juni 2026 menunjukkan satu hal yang menarik: namanya masih memiliki daya tarik politik yang sulit diabaikan.

Tanpa jabatan, tanpa partai yang sedang dipimpinnya, bahkan tanpa pernyataan politik yang tegas, kemunculan Rita kembali menjadi perhatian publik. Sambutan masyarakat saat kedatangannya di Tenggarong dan respons yang muncul di media sosial memperlihatkan bahwa sosok mantan bupati tersebut masih menyimpan pengaruh emosional di tengah sebagian warga Kutai Kartanegara.

Fenomena ini menjadi menarik karena dalam politik modern, popularitas biasanya melekat pada kekuasaan. Namun Rita menunjukkan bahwa pengaruh politik tidak selalu bergantung pada jabatan yang sedang dipegang. Ada faktor lain yang bekerja, yakni memori kolektif masyarakat.

Selama dua periode memimpin Kutai Kartanegara, Rita menjadi salah satu figur politik paling dominan di Kalimantan Timur. Berbagai program pembangunan, kedekatan dengan masyarakat, serta gaya kepemimpinan yang dikenal populis membentuk hubungan emosional yang masih diingat sebagian warga hingga hari ini.

Tidak mengherankan jika media sosial dipenuhi komentar bernada positif ketika Rita kembali muncul di ruang publik. Banyak warga menyampaikan kerinduan, mengenang masa kepemimpinannya, hingga memberikan doa agar ia dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa hukumannya.

Bagi sebagian masyarakat, kepulangan Rita bukan semata-mata tentang politik. Ada unsur nostalgia yang kuat. Ia menjadi simbol sebuah periode yang masih melekat dalam ingatan publik, terutama bagi mereka yang merasakan langsung dinamika pembangunan daerah pada masa pemerintahannya.

Di sisi lain, kemunculan kembali Rita juga memunculkan pertanyaan baru mengenai masa depan politik Kalimantan Timur. Meski berkali-kali menyatakan ingin beristirahat dan belum ingin berbicara soal politik, kehadirannya tetap menjadi bahan perbincangan di ruang publik.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa Rita masih memiliki apa yang dalam dunia politik disebut sebagai political recall atau tingkat keteringatan publik yang tinggi. Tidak banyak tokoh daerah yang mampu mempertahankan daya ingat masyarakat setelah bertahun-tahun tidak berada dalam lingkar kekuasaan.

Namun demikian, pengaruh emosional tidak selalu identik dengan kekuatan elektoral. Politik Kalimantan Timur saat ini telah berkembang dengan munculnya tokoh-tokoh baru, perubahan konfigurasi partai, serta karakter pemilih yang berbeda dibanding satu dekade lalu.

Karena itu, terlalu dini untuk menyimpulkan apakah kepulangan Rita akan berujung pada kebangkitan politik atau sekadar menjadi momen nostalgia publik. Yang jelas, sambutan masyarakat beberapa hari terakhir memperlihatkan bahwa Rita Widyasari masih memiliki tempat tersendiri dalam percakapan politik Kalimantan Timur.

Di tengah munculnya banyak figur baru, kepulangannya menjadi pengingat bahwa dalam politik, jabatan bisa berakhir, tetapi pengaruh dan ingatan publik sering kali bertahan jauh lebih lama.

Editor : Dzulfikar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut