Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dari Sawah hingga Titik Api, Aulia Cerita Peran TNI di Kukar pada HUT ke-81
Advertisement . Scroll to see content

Di Tengah Duka Kebakaran Tenggarong, Seorang Nenek Merangkul Aulia Penuh Harapan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:16 WIB
  • author Azizah
Di Tengah Duka Kebakaran Tenggarong, Seorang Nenek Merangkul Aulia Penuh Harapan
Foto: Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, merangkul hangat seorang perempuan paruh baya dengan raut wajah penuh harapan saat mendengarkan keluh kesahnya di lokasi kebakaran Jalan AM Alimuddin, Tenggarong, Kamis (8/10/2026).

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Raut wajah perempuan paruh baya berjilbab merah muda itu menyiratkan harapan. Di tengah suasana duka pascakebakaran yang menghanguskan puluhan bangunan di Tenggarong, ia menghampiri Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, lalu merangkulnya dengan hangat.

Aulia membalas rangkulan tersebut. Ia mendengarkan keluh kesah perempuan yang disapanya dengan panggilan Mbah itu. Percakapan keduanya berlangsung singkat, tetapi menyimpan cerita tentang kehilangan dan harapan untuk kembali menjalani kehidupan.

Momen tersebut terjadi saat Aulia bersama istrinya, Andi Deezca Pravidhia, meninjau lokasi kebakaran di kawasan Jalan Danau Aji dan Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kamis (8/10/2026) pagi.

Keduanya datang menggunakan sepeda motor untuk melihat kondisi permukiman yang dilanda kebakaran pada Senin (5/10/2026), sekaligus menyerahkan bantuan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) kepada warga terdampak.

Di sela kunjungan itu, perhatian Aulia tertuju kepada perempuan berjilbab pink yang menghampirinya.

“Semoga dikembalikan semua dan diberikan yang lebih lagi ya, Mbah,” ucap Aulia sembari memberikan penguatan.

Sang nenek kemudian menyampaikan permintaan yang sederhana. Ia tidak meminta barang mewah. Hanya wajan dan panci, peralatan dapur yang dibutuhkan untuk memasak.

“Nanti dikasih ya, wajan sama peralatan masaknya,” jawab Aulia.

Tak ada percakapan panjang. Sang nenek menyampaikan kebutuhannya, sementara bupati memberikan jawaban yang menenangkan.

Di tengah besarnya kerugian akibat kebakaran, permintaan itu memperlihatkan betapa barang-barang sederhana dapat menjadi sangat berarti ketika kehidupan sehari-hari terganggu oleh bencana.

Wajan dan Panci di Tengah Kehilangan

Kebakaran yang melanda kawasan Jalan Danau Aji dan Jalan AM Alimuddin pada Senin sore itu menghanguskan 75 bangunan. Api yang menjalar di tengah permukiman padat membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal beserta barang-barang rumah tangga.

Bencana tersebut menyisakan persoalan yang tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan.

Warga harus kembali memikirkan tempat tinggal, kebutuhan makan, perlengkapan sekolah anak-anak, hingga berbagai keperluan untuk melanjutkan pekerjaan.

Di tengah situasi tersebut, permintaan sang nenek menjadi gambaran kecil tentang kebutuhan mendesak korban kebakaran.

Bagi sebagian orang, wajan dan panci hanyalah perlengkapan dapur biasa. Namun, bagi warga yang kehilangan peralatan rumah tangga, keberadaannya dapat menentukan apakah mereka mampu kembali menyiapkan makanan secara mandiri.

Persoalan ini turut menjadi perhatian Pemkab Kukar.

Aulia mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menyediakan perlengkapan memasak bagi masyarakat terdampak.

“Hari ini juga Baznas menurunkan bantuan untuk perlengkapan memasak. Karena seandainya bahan baku masakannya banyak tapi peralatan masaknya tidak ada, bahan makanan tidak bisa terolah dengan baik,” kata Aulia.

Bantuan peralatan dapur tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan kebutuhan dasar masyarakat. Namun, pemenuhan bantuan hingga benar-benar diterima dan dimanfaatkan warga tetap menjadi hal penting untuk dipastikan.

Pemulihan Tak Cukup dengan Bantuan Sesaat

Di balik pertemuan hangat dengan sang nenek, pemerintah daerah menghadapi pekerjaan yang jauh lebih besar.

Aulia menyebut kebakaran di kawasan tersebut sebagai salah satu peristiwa kebakaran terbesar yang terjadi di Kutai Kartanegara.

“Hari ini kita melihat kondisi pascakebakaran yang melanda warga kita di Jalan Danau Aji dan memang korbannya cukup banyak. Ini termasuk salah satu kebakaran terbesar yang terjadi di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Menurut Aulia, proses pemulihan atau recovery tidak hanya berkaitan dengan penyaluran bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga memastikan aktivitas warga dapat kembali berjalan.

Pemerintah daerah berupaya memenuhi perlengkapan sekolah anak-anak, kebutuhan pekerjaan masyarakat, hingga bantuan pangan bagi keluarga terdampak.

“Jangka pendek adalah kita memastikan bahwa proses aktivitas sehari-hari warga masyarakat kita itu tidak terganggu. Bagi yang bersekolah itu perlengkapan sekolahnya terpenuhi, bagi yang bekerja itu perlengkapan kebutuhan pekerjaannya terpenuhi, permakanannya terpenuhi,” jelasnya.

Selain kebutuhan fisik, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis warga.

Aulia meminta jajaran kelurahan dan berbagai unsur masyarakat ikut memantau kondisi keluarga terdampak. Sebab, kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran berpotensi meninggalkan tekanan psikologis yang tidak serta-merta hilang setelah bantuan disalurkan.

Kebakaran Dua Jam dan Persoalan Permukiman Padat

Musibah tersebut juga menjadi bahan evaluasi pemerintah terhadap kesiapan infrastruktur penanggulangan kebakaran.

Aulia mengungkapkan, berdasarkan evaluasi bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, proses pemadaman yang dalam kondisi normal dapat diselesaikan kurang dari 30 menit justru membutuhkan waktu sekitar dua jam dalam peristiwa tersebut.

“Kemarin itu sampai dua jam pemadaman baru bisa dilakukan atau diselesaikan,” katanya.

Keterbatasan akses kendaraan pemadam dan ketersediaan air menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Pemkab Kukar berencana melakukan pemetaan kawasan padat penduduk, khususnya titik-titik yang sulit dijangkau armada pemadam kebakaran.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah memanfaatkan dana RT pada tahun mendatang untuk memperkuat ketersediaan air dan sarana pendukung penanganan kebakaran.

Dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah juga membuka kemungkinan melakukan penataan kembali kawasan permukiman.

Namun, rencana tersebut masih memerlukan kejelasan mengenai tahapan pelaksanaan, kebutuhan anggaran, dan keterlibatan warga terdampak.

Di Balik Pelukan, Ada Harapan untuk Kembali Hidup Normal

Di tengah berbagai rencana pemulihan pemerintah, pertemuan Aulia dengan perempuan berjilbab pink itu menjadi salah satu potret kemanusiaan dari musibah kebakaran Tenggarong.

Raut wajah sang nenek yang penuh harapan, rangkulan hangat, dan permintaan sederhana mengenai perlengkapan memasak memperlihatkan sisi lain dari kehidupan warga setelah bencana.

Bagi pemerintah, pemulihan berarti menyiapkan bantuan, memperbaiki infrastruktur, hingga merencanakan penataan kawasan.

Namun, bagi warga yang terdampak, pemulihan juga berarti dapat kembali melakukan hal-hal sederhana yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pertemuan singkat itu memang tidak serta-merta menyelesaikan persoalan korban kebakaran. Janji bantuan masih perlu dipastikan realisasinya, sementara pemulihan tempat tinggal membutuhkan waktu dan langkah nyata.

Di tengah sisa kebakaran Jalan AM Alimuddin, sang nenek telah menyampaikan kebutuhannya secara langsung kepada kepala daerah.

Ia tidak meminta sesuatu yang besar. Hanya wajan dan panci, dua benda sederhana yang kini menjadi bagian dari harapannya untuk kembali menjalani hari-hari seperti sebelum kebakaran.

Pelukan itu berlangsung singkat. Namun, bagi warga yang sedang berusaha bangkit, perhatian yang benar-benar diwujudkan dalam tindakan akan jauh lebih berarti daripada sekadar kata-kata penghiburan.

Editor: Dzulfikar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut