Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Terekam CCTV, Karyawan Bobol Toko di Tana Grogot Uang Curian Disembunyikan di Buket Bunga
Advertisement . Scroll to see content

Puncak Nui Sae, Wisata di Atas Awan yang Ingin Diselamatkan Lewat Hutan Adat

Minggu, 01 November 2026 | 17:25 WIB
  • author Ardi Wiriya
Puncak Nui Sae, Wisata di Atas Awan yang Ingin Diselamatkan Lewat Hutan Adat
Foto: Pengunjung berpose di kawasan wisata Puncak Nui Sae, Desa Long Gelang, Kabupaten Paser.

PASER, iNewsKutai.id – Kabut pagi perlahan menyelimuti perbukitan Desa Long Gelang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Dari Puncak Nui Sae, hamparan pepohonan tampak seperti pulau-pulau hijau yang mengapung di antara awan.

Pemandangan itu menjadi salah satu daya tarik alam yang dimiliki desa tersebut. Namun, bagi masyarakat Long Gelang, keindahan Puncak Nui Sae bukan semata-mata potensi wisata. Kawasan perbukitan itu juga menyimpan kepentingan yang lebih besar: menjaga hutan agar tetap menjadi penyangga kehidupan masyarakat.

Di tengah kebutuhan ekonomi dan tekanan pemanfaatan lahan, warga mulai mendorong penguatan perlindungan kawasan melalui pengakuan Hutan Adat. Mereka ingin memastikan hutan tetap terjaga tanpa harus menutup peluang masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari alam.

Kepala Desa Long Gelang, Trysuyono, mengatakan Puncak Nui Sae merupakan aset desa yang perlu dipertahankan keberadaannya.

“Puncak Nui Sae bukan sekadar tempat menikmati pemandangan. Kawasan ini merupakan aset desa yang perlu dijaga bersama agar keindahan alamnya tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang,” kata Trysuyono.

Menanam Kembali, Merawat Masa Depan

Upaya menjaga kawasan tersebut tidak berhenti pada wacana. Masyarakat mulai mendorong penghijauan melalui penanaman kembali pohon di kawasan perbukitan.

Pohon pinus dan sejumlah tanaman lokal menjadi bagian dari upaya memperbaiki tutupan lahan. Reboisasi diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi ekologis kawasan, tetapi juga mempertahankan karakter alam yang menjadi daya tarik Puncak Nui Sae.

Dalam pendekatan ini, masyarakat ditempatkan sebagai pelaku utama. Mereka tidak sekadar menjadi penerima manfaat program lingkungan, tetapi ikut menentukan bagaimana kawasan hutan dipertahankan dan dimanfaatkan.

Upaya tersebut juga sejalan dengan pendekatan EnABLE (Enhancing Access to Benefits while Lowering Emissions), yang mendorong masyarakat memperoleh manfaat dari pengelolaan hutan berkelanjutan sekaligus mendukung penurunan emisi.

“Penanaman pohon bukan hanya untuk memperindah kawasan wisata, tetapi juga menjadi investasi lingkungan. Hutan yang terjaga akan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Trysuyono.

Antara Perkebunan dan Perlindungan Hutan

Tantangan berikutnya adalah memastikan pemanfaatan lahan tidak mengorbankan kawasan yang memiliki fungsi ekologis penting.

Sekretaris Lembaga Adat Desa Long Gelang, Rafi, mengatakan edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran mengenai batas-batas pemanfaatan lahan.

Menurut dia, aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk perkebunan kelapa sawit, tidak harus dipertentangkan dengan perlindungan hutan. Persoalannya terletak pada penataan ruang dan kesesuaian pemanfaatan lahan.

Kawasan yang memungkinkan untuk kegiatan produktif dapat dimanfaatkan masyarakat. Sementara wilayah hulu dan perbukitan yang memiliki fungsi ekologis perlu mendapat perlindungan.

“Yang kami dorong adalah bagaimana masyarakat memahami batas pemanfaatan lahan. Wilayah yang sesuai untuk kegiatan ekonomi dapat dikelola secara produktif, sedangkan kawasan hulu dan perbukitan perlu dijaga karena memiliki fungsi penting bagi lingkungan,” demikian draf pernyataan Rafi yang masih perlu dikonfirmasi.

Bagi lembaga adat, perlindungan hutan juga harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan diharapkan dapat mencegah pembukaan lahan yang berpotensi merusak lingkungan.

Karena itu, pengakuan Hutan Adat menjadi salah satu agenda yang diperjuangkan masyarakat. Status tersebut diharapkan memberikan landasan hukum bagi masyarakat adat untuk mengelola dan melindungi wilayahnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menjaga Hutan, Membuka Peluang Ekonomi

Bagi Long Gelang, masa depan hutan dan kesejahteraan masyarakat tidak harus berjalan berlawanan.

Kawasan hutan yang terjaga dapat membantu mempertahankan tata air, mengurangi risiko erosi, serta menjaga keseimbangan lingkungan. Sementara itu, panorama Puncak Nui Sae berpotensi dikembangkan menjadi destinasi ekowisata yang membuka peluang usaha bagi warga.

Namun, pengembangan wisata alam membutuhkan perencanaan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah pengunjung.

Penataan jalur wisata, pengelolaan sampah, perlindungan flora dan fauna, serta keterlibatan masyarakat lokal menjadi bagian penting agar aktivitas pariwisata tidak justru menimbulkan tekanan baru terhadap lingkungan.

“Pelestarian hutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus berjalan beriringan. Kami ingin kawasan ini tetap lestari, tetapi pada saat yang sama juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” ujar Rafi.

Perjuangan masyarakat Long Gelang memperlihatkan persoalan yang lebih luas dalam pembangunan desa: bagaimana sumber daya alam dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa kehilangan fungsi ekologis dan nilai sosial yang melekat di dalamnya.

Puncak Nui Sae mungkin dikenal karena panorama awannya. Namun, masa depan kawasan ini akan sangat ditentukan oleh bagaimana masyarakat menjaga hutan di balik keindahannya.

Bagi warga Long Gelang, mempertahankan hutan bukan sekadar menjaga pemandangan. Mereka sedang berupaya memastikan alam tetap menjadi sumber kehidupan, bukan hanya untuk hari ini, melainkan juga bagi generasi yang akan datang.

Editor: Dzulfikar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut