Petani Kukar Terancam Gagal Panen, Pemerintah Siapkan Cadangan Pangan untuk Warga Terdampak
TENGGARONG, iNewsKutai.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memprioritaskan penyaluran cadangan pangan bagi masyarakat yang terdampak bencana dan kehilangan hasil panen. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebutuhan pangan rumah tangga petani yang mengalami gagal panen menjelang akhir 2026.
Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar mulai memetakan wilayah terdampak melalui pendataan dan verifikasi di tingkat desa. Bantuan akan disalurkan secara bertahap setelah kondisi penerima dipastikan sesuai dengan hasil pemeriksaan lapangan.
Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengatakan intervensi cadangan pangan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah pada penghujung tahun ini.
“Di penghujung tahun ini kita lebih memprioritaskan bagaimana intervensi penyaluran cadangan pangan untuk saudara-saudara kita yang mengalami bencana gagal panen,” kata Ananias, Selasa, 3 November 2026.
Sejumlah wilayah telah masuk dalam proses penanganan, meliputi beberapa kelurahan di Kecamatan Tenggarong serta Kecamatan Loa Kulu, Loa Janan, Anggana, dan Sebulu. Sementara itu, pendataan di Kecamatan Muara Kaman masih diupayakan, terutama pada kawasan sentra pertanian.
Verifikasi tersebut diperlukan untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran, mengingat dampak gagal panen tidak selalu sama di setiap wilayah.
Di tengah persoalan tersebut, Ananias memastikan ketersediaan pangan Kukar secara keseluruhan masih mencukupi. Pasokan dari luar daerah juga berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun diperkirakan tetap terpenuhi.
“Kalau secara umum, stok ketersediaan kita aman. Jadi, sampai akhir tahun kita masih surplus untuk ketersediaan pangan,” ujarnya.
Ia menyebut persentase panen saat ini masih berada di kisaran 90 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pasokan pangan daerah masih terjaga, meskipun terdapat petani yang kehilangan hasil produksi akibat gagal panen.
Pemerintah daerah kini berupaya menjaga dua aspek sekaligus: memastikan ketersediaan pangan tetap stabil dan memberikan perlindungan bagi masyarakat yang kehilangan sumber penghidupan akibat gangguan produksi pertanian.
Penyaluran cadangan pangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak sembari pemerintah melanjutkan pendataan di wilayah yang belum menyelesaikan proses verifikasi.
Editor: Dzulfikar