Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sungai Kewenangan BWS, PU Kukar Turun Tangan demi Menjaga Aliran Air Pertanian
Advertisement . Scroll to see content

Pernikahan Anak Masih Jadi Perhatian, DP3A Kukar Libatkan Psikolog dalam Pendampingan

Kamis, 05 November 2026 | 21:57 WIB
  • author Dzulfikar Ash
Pernikahan Anak Masih Jadi Perhatian, DP3A Kukar Libatkan Psikolog dalam Pendampingan
Foto: Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah.

KUTAI KARTANEGARA, iNewsKutai.id – Pencegahan pernikahan anak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi. Pemerintah daerah juga menghadapi kebutuhan pendampingan terhadap anak-anak yang telah menjalani pernikahan pada usia muda.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar menjalankan Program Gerakan Anti Pernikahan Anak (Gencar) melalui edukasi di sekolah dan organisasi masyarakat. Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai risiko pernikahan sebelum memiliki kesiapan yang memadai.

Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah, mengatakan pencegahan dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Edukasi tidak hanya menyasar lingkungan sekolah, tetapi juga organisasi dan masyarakat.

“Pencegahan dan sosialisasi tetap kami lakukan melalui kolaborasi. Kami mendatangi sekolah-sekolah maupun organisasi untuk menyampaikan pentingnya mencegah pernikahan anak,” kata Syafliansyah, Selasa (3/11/2026).

Namun, upaya DP3A tidak berhenti pada pencegahan. Dinas tersebut juga menerima laporan dan permintaan asesmen terhadap anak-anak yang telah menikah pada usia muda.

Dalam penanganannya, DP3A melibatkan psikolog untuk melakukan asesmen dan pembinaan. Pendampingan ini diperlukan untuk memahami kondisi psikologis anak sekaligus melihat kebutuhan dukungan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Syafliansyah mengatakan anak yang menikah pada usia muda perlu mendapatkan pendampingan karena kehidupan rumah tangga memiliki tanggung jawab dan persoalan yang tidak selalu mudah dihadapi.

“Melalui asesmen bersama psikolog, kami melakukan pembinaan terhadap anak-anak yang sudah menikah. Mereka perlu memahami bahwa kehidupan rumah tangga tidak sesederhana yang dibayangkan, terlebih ketika masih berada pada usia muda,” ujarnya.

Menurut dia, pendidikan dan persiapan masa depan perlu menjadi prioritas anak sebelum memutuskan membangun rumah tangga. Kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi masih terbuka sehingga anak tidak perlu terburu-buru menikah.

“Harapan saya, anak-anak tidak menikah pada usia dini. Lebih baik fokus menyelesaikan pendidikan, melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi, dan mempersiapkan masa depan. Masih banyak waktu untuk mempersiapkan diri,” katanya.

Di luar persoalan pernikahan anak, Syafliansyah juga menyoroti pentingnya pengawasan keluarga dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan.

Ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap anak tidak selalu datang dari lingkungan luar. Dalam sejumlah kasus, pelaku justru berasal dari lingkungan terdekat korban. Karena itu, orang tua dan keluarga diminta lebih aktif memperhatikan pergaulan serta kondisi anak.

“Orang tua dan keluarga harus lebih preventif dalam mengawasi anak-anak. Sebab, dalam sejumlah kasus, kekerasan terhadap anak justru dilakukan oleh orang-orang terdekat. Perlindungan anak membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya pemerintah,” tuturnya.

DP3A Kukar berharap Program Gencar dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan anak, sekaligus mendorong keluarga dan lingkungan pendidikan terlibat dalam pencegahan pernikahan anak.

Upaya tersebut mencakup dua pendekatan, yakni mencegah anak memasuki pernikahan pada usia dini serta memastikan anak yang sudah menikah memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan psikologis dan sosialnya.

Editor: Dzulfikar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut