AKP Rita Yuliana, Polwan Cantik dalam Pusaran Kasus Baku Tembak Polisi di Rumah Irjen Ferdy Sambo

Lutfan Faizi
AKP Rita Yuliana, polwan cantik yang disebut-sebut dalam kasus baku tembak polisi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. (foto: twitter)

JAKARTA, iNewsKutai.id - Isu panas menggelinding liar dalam kasus baku tembak polisi di rumah dinas Kadiv Propam Nonaktif Irjen Ferdy Sambo. Seorang polwan cantik AKP Rita Yuliana kini terseret dalam pusaran kasus yang menyita tanda tanya publik tersebut.

Polwan yang bertugas di Polda Metro Jaya itu ramai disebut-sebut usai baku tembak antara Brigadir Yoshua Hutabarat dengan Bharada E. Belum diketahui pasti apa kaitan antara kasus tersebut dengan mantan Kasat Lantas Polres Lombok Timur itu.

Namun, jika menilik profilnya, AKP Rita bukan polisi sembarangan. Rekam jejak karirnya sangat mentereng. Polisi berparas cantik itu pernah menjadi wakil Polri yang mendapat beasiswa International Law Enforcement Liaison Officer Program di Beijing Foreign Studies University (BFSU) Beijing, China pada 2018 lalu. 

Melalui program ini, Rita menorehkan prestasi dengan mendapatkan Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK). HSK adalah ujian standardisasi kemahiran berbahasa Mandarin bagi penutur asing yang hanya ditargetkan mencapai HSK level 3. Namun, dia justru mendapatkan HSK level 4.

Dikutip dari kanal YouTube Opsi NTB Channel, sebelum berseragam Bhayangkara, Rita Yuliana sebenarnya bercita-cita menjadi dokter. Namun, perempuan kelahiran Selong, Lombok Timur, 1 Juli 1992 itu mengurungkan impiannya lantaran orang tuanya sebentar lagi hendak memasuki masa pensiun. 

Orang tua Rita tidak mampu apabila harus membiayai pendidikan dokter untuk bungsu dari empat bersaudara tersebut. Saat cita-citanya menjadi dokter pupus, Rita yang saat itu duduk di bangku kelas 3 SMA 1 Pringgabaya, Lombok Timur kemudian memilih menjadi polisi.

Dia kemudian mendaftar seleksi bintara polisi ke Polres Lombok Timur. Sayangnya, dia tidak bisa mendaftar karena belum lulus SMA.  Kemudian, dia mencoba peruntungan dengan mendaftar sebagai pramugari. Rita berhasil terpilih. Namun, orang tuanya tidak mendukung karena harus membayar uang sebesar Rp20 juta. 

Setelah itu, dia mendaftar Akpol dan diterima pada tahun 2010. Setelah menjalani masa pendidikan, Rita mengawali tugasnya dengan berdinas di Polda DIY. Dia bertugas pada bagian Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Gunungkidul. 

Selain pernah menjabat Kasat Lantas Polres Lombok Timur, Rita juga pernah menjabat di Subdit IV Ditreskrimum Polda NTB. Saat bertugas di Subdit IV Ditreskrimum, dia berhasil mengungkap kasus striptis Metzo di kawasan pariwisata Senggigi. 

Melalui Surat Telegram Kapolri dengan Nomor: ST/2604/XII/KEP.2021 yang dikeluarkan pada 24 Desember 2021 lalu, AKP Rita dipindahtugaskan ke Polda Metro Jaya.

Editor : Abriandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network