Hal ini tidak mengherankan, karena prangko ini adalah satu-satunya yang ada. Sebagian besar prangko koleksi memiliki salinan yang banyak beredar, namun prangko spesial ini adalah satu-satunya yang ada.
Yang menarik, prangko British Guiana One-Cent Black on Magenta ini sebenarnya bukanlah prangko yang pernah digunakan untuk mengirim surat.
Pada tahun 1856, sebuah kantor berita lokal di Guyana Inggris mencetak beberapa lembar kertas yang dihiasi dengan gambar kapal bertiang tiga dan moto koloni, 'Kami memberi dan mengharapkan imbalan,' untuk sementara menggantikan prangko palsu yang digunakan oleh kantor pos.
Prangko pengganti ini hanya beredar selama beberapa minggu sebelum digantikan oleh prangko baru. Namun, 17 tahun kemudian, pada tahun 1873, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun menemukan prangko ini di antara koleksi surat milik pamannya.
Singkat cerita, prangko langka ini dijual kepada seorang kolektor prangko lokal.
Setelah 150 tahun berlalu, selembar prangko kertas berwarna magenta ini menjadi benda paling berharga di dunia berdasarkan beratnya.
Pada tahun 2021, prangko ini dibeli oleh perusahaan bernama Stanley Gibbons dan diputuskan untuk dijual. Perusahaan memutuskan untuk membagi prangko ini menjadi 80.000 lembar atau saham yang dapat dibeli oleh siapa saja seharga USD120 atau sekitar Rp1,8 juta per lembar.
Nilai dari barang koleksi yang sangat langka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.
Editor : Sazili Mustofa
Artikel Terkait