Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini juga memuji penataan pasar yang rapi dilakukan oleh Pemkot Samarinda, lengkap dengan pengolahan sampah di salah satu sudut pasar.
Bukan hanya memantau ketersediaan dan harga, Pj Gubernur Akmal Malik tampak juga berbelanja. Beberapa bahan yang dibeli antara lain jeruk nipis dan jeruk purut seharga Rp50.000, cabai Rp36.000, pisang sanggar dan pisang susu Rp55.000, serta taoge Rp14.000.
Akmal mengaku senang karena pasar ini secara umum telah menggunakan pembayaran elektronik QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
"Bahkan kangkung Rp2.000 per ikat saya beli pakai QRIS. Saya beli lima ikat jadi bayar Rp10.000. Penjualnya jujur," canda Akmal.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait