KUTAI KARTANEGARA, iNewsKutai.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengintensifkan upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk memperkuat kapasitas fiskal di tengah ketidakpastian transfer anggaran dari pemerintah pusat.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan peningkatan PAD menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah daerah pada 2026. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada dana transfer.
Menurutnya, sektor pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit masih menyimpan potensi besar dalam mendongkrak penerimaan daerah melalui sejumlah instrumen pajak yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.
Saat ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar tengah melakukan pemetaan dan identifikasi terhadap sejumlah sumber penerimaan yang dinilai masih dapat dioptimalkan.
“Teman-teman Bapenda sudah bergerak mengidentifikasi pajak kendaraan bahan bakar bermotor, alat berat, dan pajak air permukaan. Nilainya cukup besar untuk kita tingkatkan,” kata Aulia, Sabtu (30/5/2026).
Optimalisasi penerimaan dari sektor-sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat ruang fiskal daerah sekaligus mendukung pembiayaan program pembangunan dan pelayanan publik.
Dalam APBD 2026, Pemkab Kukar menargetkan PAD sebesar Rp1,1 triliun. Namun hingga memasuki pertengahan tahun, realisasi pendapatan yang telah terkumpul masih berada di kisaran Rp800 miliar.
Untuk memastikan target tersebut tercapai, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi keuangan daerah setelah semester pertama tahun anggaran berakhir pada Juni mendatang.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan perubahan anggaran sekaligus penyesuaian program pembangunan berdasarkan proyeksi pendapatan dan kepastian dana transfer dari pemerintah pusat.
“Setelah bulan Juni, kita akan melaksanakan evaluasi satu semester. Di situ kita akan membuat penyesuaian sesuai dengan proyeksi pendapatan dan dana transfer yang dimiliki pemerintah daerah,” ujarnya.
Pemkab Kukar berharap optimalisasi sumber-sumber penerimaan yang selama ini belum tergarap maksimal dapat menjadi penopang utama pencapaian target PAD sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah dalam jangka panjang.
Editor : Dzulfikar
Artikel Terkait
