TENGGARONG, InewsKutai.id — Sebuah warung penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran di RT 17, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, hangus terbakar pada Rabu pagi, 3 Juni 2026. Kebakaran diduga dipicu kebocoran tabung gas LPG 3 kilogram saat pemilik warung sedang memasak.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.34 WITA itu menyebabkan api cepat membesar karena di dalam warung tersimpan persediaan BBM eceran yang mudah terbakar. Material bangunan yang sebagian besar berbahan kayu juga membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, mengatakan dugaan sementara sumber api berasal dari aktivitas memasak yang disertai kebocoran tabung gas.
“Sepertinya ada proses masak-memasak di warung itu, kemudian terjadi kebocoran tabung gas dan langsung menyambar, apalagi warung tersebut juga menjual BBM,” kata Fida.
Mendapat laporan kebakaran, petugas pemadam segera mengerahkan sejumlah armada ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merambat ke bangunan di sekitarnya.
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas berjibaku selama hampir dua jam hingga api berhasil dikendalikan.
“Proses penanganan selesai kurang lebih dua jam. Tepat pukul 11.30 WITA situasi sudah aman dan terkendali,” ujar Fida.
Selain menghanguskan bangunan warung, kebakaran tersebut juga menyebabkan satu orang mengalami luka bakar. Korban diketahui mengalami luka pada kedua tangan dan bagian atas kepala.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, korban masih menjalani penanganan oleh tenaga kesehatan.
Fida mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan tabung LPG, terutama bagi pelaku usaha rumahan atau pemilik warung yang menyimpan bahan mudah terbakar seperti bensin dan solar.
Menurut dia, pemeriksaan rutin terhadap kondisi tabung gas, regulator, dan selang perlu dilakukan guna mencegah potensi kebocoran yang dapat memicu kebakaran.
“Musibah kebakaran selalu mengintai. Jika ada indikasi kebocoran tabung gas, segera lakukan pengecekan dan penanganan sebelum digunakan,” katanya.
Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu mengutamakan aspek keselamatan saat menggunakan peralatan yang berhubungan dengan api dan gas. Dengan meningkatkan kewaspadaan, risiko kebakaran di lingkungan permukiman diharapkan dapat diminimalkan.
Editor : Dzulfikar
Artikel Terkait
