TENGGARONG, iNewsKutai.id – Ancaman kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk mendorong Pemerintah Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, memperkuat langkah pencegahan. Dua tandon air berkapasitas masing-masing 5.500 liter kini ditempatkan di sejumlah titik rawan kebakaran.
Tandon tersebut ditempatkan di RT 32 dan RT 3. Pemilihan lokasi mempertimbangkan tingkat kerawanan kebakaran serta kondisi akses jalan yang menyulitkan kendaraan pemadam kebakaran menjangkau permukiman warga.
Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, S.STP., M.A.P., mengatakan penyediaan tandon air merupakan tindak lanjut hasil rapat dengar pendapat (RDP) yang sebelumnya membahas upaya pencegahan kebakaran di kawasan permukiman.
Hal itu disampaikannya saat ditemui seusai kegiatan pembagian bantuan kepada korban kebakaran di halaman Kantor Kelurahan Melayu, Tenggarong, Jumat (16/10/2026) sore.
"Berdasarkan hasil RDP sebelumnya, untuk pencegahan awal pemerintah sudah mengirimkan tandon air berkapasitas 5.500 liter ke kelurahan yang berpotensi rawan kebakaran," ujar Hafidz.
Menurutnya, RT 32 menjadi salah satu lokasi prioritas karena termasuk kawasan dengan tingkat kerawanan kebakaran tinggi atau zona merah.
Sementara itu, RT 3 dipilih karena berada di kawasan permukiman dengan akses gang sempit. Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam kebakaran sulit menjangkau lokasi apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
"Di RT 3 itu posisinya berada di tengah gang. Mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk. Karena itu, kami tempatkan tandon air untuk membantu penanganan awal," jelasnya.
Keberadaan tandon air diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh sumber air lebih cepat ketika terjadi kebakaran, terutama sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
Namun, Hafidz menegaskan bahwa penyediaan sarana penanganan awal saja tidak cukup. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.
Karena itu, pemerintah kelurahan mendorong pengurus rukun tetangga (RT) kembali mengaktifkan ronda malam dan pos keamanan lingkungan, terutama selama musim kemarau.
"Pos keamanan dan ronda malam juga perlu diaktifkan kembali. Ini harus diinformasikan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan," katanya.
Hafidz memastikan imbauan kepada pengurus RT telah disampaikan. Pihak kelurahan juga akan kembali memperkuat sosialisasi mengenai langkah pencegahan kebakaran kepada masyarakat.
Menurutnya, kondisi permukiman di Kelurahan Melayu memiliki tingkat kerawanan yang berbeda-beda. Kepadatan bangunan, akses jalan, dan ketersediaan sumber air menjadi sejumlah faktor yang perlu mendapat perhatian.
Apalagi, sejumlah peristiwa kebakaran yang melanda kawasan permukiman di Tenggarong belakangan ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan sejak dini.
Hafidz berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas pemadam ketika kebakaran terjadi, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan masing-masing.
Dengan penempatan tandon air dan pengaktifan kembali ronda malam, pemerintah kelurahan berupaya memperkuat kesiapsiagaan warga agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sebelum menimbulkan kerugian lebih besar.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
