TENGGARONG, iNewsKutai.id – Pesan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dinilai sejalan dengan semangat yang terkandung dalam Mars Kutai Kartanegara. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menyebut keduanya memiliki cita-cita yang sama, yakni membangun daerah yang kuat, mandiri, dan mampu menyejahterakan masyarakat melalui kekayaan alam yang dimiliki.
Hal itu disampaikan Aulia saat ditemui di Pendopo Bupati Kukar, Tenggarong, seusai melantik pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar, Jumat (23/10/2026) sore.
Menurut Aulia, pesan Presiden Prabowo tentang kemandirian tidak cukup dimaknai sebagai ajakan untuk berdiri di atas kaki sendiri. Semangat tersebut perlu diwujudkan melalui langkah nyata agar daerah memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat.
“Pemikiran Presiden ini sangat baik. Kalau kita mencerna lebih dalam, lagu Mars Kutai Kartanegara juga menjawab keinginan tersebut,” kata Aulia.
Ia menjelaskan, Kukar memiliki kekayaan alam yang besar, terutama dari sektor pertambangan, perkebunan, serta minyak dan gas bumi. Namun, potensi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan penerimaan melalui royalti dan dana yang disalurkan pemerintah pusat.
Aulia menginginkan pemerintah daerah mengambil peran lebih besar dalam kegiatan ekonomi, termasuk menjadi pelaku usaha yang dapat mengelola potensi sumber daya alam secara langsung.
Keinginan itu mulai diterjemahkan melalui rencana pengajuan konsesi pertambangan dan perkebunan sawit kepada pemerintah pusat.
Pemkab Kukar juga tengah menyiapkan permintaan alokasi gas dari proyek perusahaan energi Eni yang melintasi Muara Badak dan Marangkayu menuju Bontang. Gas tersebut direncanakan untuk mendukung pembangunan fasilitas CNG yang dapat dimanfaatkan nelayan dan pelaku industri.
Selain itu, Aulia berharap pemerintah pusat membuka peluang kepemilikan saham bagi daerah penghasil sumber daya alam, dengan mekanisme menyerupai hak partisipasi atau participating interest di sektor minyak dan gas bumi.
Menurutnya, daerah perlu memperoleh manfaat ekonomi lebih luas dari aktivitas perusahaan yang beroperasi di wilayahnya. Terlebih, pemerintah daerah juga ikut menghadapi persoalan sosial yang muncul di sekitar kegiatan industri.
Aulia menilai semangat kemandirian ekonomi tersebut memiliki makna yang dekat dengan cita-cita masyarakat Kutai Kartanegara sebagaimana tergambar dalam mars daerah.
“Kita ingin berdiri di atas kaki sendiri, dengan pemerataan. Tanah Kutai adalah tanah yang makmur,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kekuatan ekonomi nasional tidak dapat dipisahkan dari kemampuan daerah dalam mengelola potensi masing-masing.
Bagi Aulia, Indonesia dibangun oleh daerah-daerah yang memiliki sumber daya, masyarakat, serta kegiatan ekonomi. Karena itu, penguatan ekonomi daerah menjadi bagian penting dari upaya membangun kemandirian nasional.
Meski demikian, sejumlah rencana yang disampaikan, termasuk permohonan konsesi tambang, perkebunan sawit, dan alokasi gas, masih dalam tahap persiapan serta membutuhkan proses lebih lanjut sesuai kewenangan pemerintah pusat.
Aulia berharap semangat berdiri di atas kaki sendiri tidak berhenti sebagai pesan, tetapi dapat diwujudkan melalui penguatan peran daerah dalam kegiatan ekonomi.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Kukar ingin memperbesar manfaat pengelolaan kekayaan alam bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi perekonomian daerah.
Editor : Dzulfikar
Artikel Terkait
