Empat Bulan Berjibaku dengan Karhutla, Personel BPBD Kukar Bergantian Hadapi Titik Api

Dzulfikar Ash
Foto: Bupati Kutai Kartanegara bersama jajaran BPBD Kukar meninjau lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kepulan asap.

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah berlangsung sekitar empat bulan. Di tengah luasnya wilayah penanganan, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus mengatur pergantian personel untuk menjaga kesiapan menghadapi kebakaran yang sewaktu-waktu dapat kembali terjadi.

Sekretaris BPBD Kukar, Sandi, mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) memiliki satu regu beranggotakan 10 personel. Mereka dibagi menjadi dua tim yang bertugas secara bergantian dengan pola kerja dua kali 24 jam.

“Jika ada anggota regu yang sakit, kami harus segera menggantinya agar kondisi personel tetap terjaga,” kata Sandi saat ditemui di Kantor BPBD Kukar, Kompleks Stadion Aji Imbut, Kamis (22/10/2026) siang.

Keterbatasan jumlah personel disiasati dengan melibatkan staf administrasi sebagai tenaga cadangan. Pergantian juga dilakukan apabila terdapat anggota yang sakit atau membutuhkan pemulihan kondisi fisik.

Menurut dia, pemadaman karhutla membutuhkan pertimbangan keselamatan personel. Di sejumlah wilayah seperti Muara Muntai, Muara Leka, dan Kayu Batu, kegiatan pemadaman umumnya berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 18.00 Wita.

Namun, pembatasan tersebut tidak berlaku mutlak. Ketika kobaran api mendekati permukiman atau objek vital, petugas tetap dikerahkan meskipun sudah memasuki malam hari.

“Apabila titik api mendekati objek vital atau kawasan permukiman, pemadaman tetap harus dilakukan, termasuk pada malam hari,” ujarnya.

BPBD juga mengandalkan kerja sama lintas unsur, mulai dari relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga petugas Dinas Pemadam Kebakaran.

Sinergi tersebut menjadi penting ketika kebakaran permukiman dan karhutla terjadi secara bersamaan. Personel harus dibagi berdasarkan tingkat urgensi dan kebutuhan penanganan di masing-masing lokasi.

Sandi menjelaskan, pengaturan tenaga dan peralatan dilakukan agar kemampuan penanganan tetap terjaga tanpa mengabaikan keselamatan petugas.

Dengan potensi kebakaran yang masih harus diantisipasi, kesiapan personel dan dukungan relawan menjadi bagian penting dalam menjaga respons penanganan karhutla di Kukar.

Editor : Dzulfikar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network