Jelang Laga Internasional, Pelatih Borneo FC Justru Cemaskan Nasib Warga Samarinda

Ardi Wiriya
Foto: Pelatih Borneo FC Samarinda, Mauro Jeronimo (kanan), memberikan keterangan dalam konferensi pers menjelang laga melawan Yangon United di AFC Challenge League 2026–2027. Mauro turut menyoroti polusi udara di Samarinda dan menegaskan kesehatan masyara

SAMARINDA, iNewsKutai.id – Di tengah persiapan Borneo FC menghadapi Yangon United dalam ajang AFC Challenge League 2026–2027, pelatih Mauro Jeronimo justru menaruh perhatian pada persoalan yang lebih besar dari pertandingan sepak bola. Bukan soal strategi atau kekuatan lawan, melainkan udara yang setiap hari dihirup masyarakat Samarinda, Kalimantan Timur.

Polusi udara yang melanda Kota Tepian membuat Mauro prihatin. Baginya, persoalan tersebut bukan sekadar ancaman terhadap kebugaran pemain di lapangan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat yang harus menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi udara tercemar.

Dalam keterangannya pada Sabtu (17/10/2026), Mauro mengingatkan bahwa dampak buruk polusi tidak mengenal profesi. Pemain sepak bola, pekerja, hingga masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan sama-sama berpotensi terpapar.

“Jelas, ketika polusi udara tinggi, hal itu tidak baik bagi siapa pun, bukan hanya para pemain. Bagi kita yang berada di luar dan menghirup udara beracun. Ini adalah situasi yang disayangkan,” ujar Mauro.

Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi lain seorang pelatih yang tengah menghadapi agenda pertandingan internasional. Ketika perhatian publik tertuju pada kesiapan tim dan peluang meraih kemenangan, Mauro memilih mengingatkan bahwa ada persoalan kesehatan masyarakat yang tidak boleh luput dari perhatian.

Ia menyadari pertandingan sepak bola memiliki arti penting bagi klub dan pendukungnya. Namun, menurut Mauro, kepentingan olahraga tidak sebanding dengan keselamatan manusia.

“Kami sedih tentang hal ini karena kami tahu banyak orang menderita saat ini. Saya pikir ini lebih penting daripada sepak bola,” katanya.

Keprihatinan Mauro menjadi pengingat bahwa dampak pencemaran udara tidak berhenti di lingkungan stadion. Masyarakat yang bekerja di jalanan, anak-anak, hingga kelompok rentan juga menghadapi risiko kesehatan ketika kualitas udara memburuk.

Meski demikian, Mauro tidak menjadikan situasi tersebut sebagai alasan bagi Borneo FC untuk mengabaikan persiapan pertandingan.

Ia memastikan tim berjuluk Pesut Etam tetap bersiap menghadapi Yangon United. Keputusan mengenai berlangsung atau tidaknya pertandingan, menurutnya, harus mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Meskipun demikian, jika aturan memungkinkan permainan tetap berlangsung dalam kondisi seperti ini, kami akan bermain,” ujarnya.

Borneo FC sendiri masih berupaya mencapai target dalam kompetisi Asia tersebut. Mauro meminta para pemain menjaga konsentrasi dan menyelesaikan tantangan pada fase yang sedang dijalani sebelum membicarakan ambisi lebih jauh.

Namun, di balik tuntutan meraih hasil maksimal, pesan Mauro menyentuh persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Samarinda.

Sebab, pertandingan sepak bola hanya berlangsung dalam hitungan jam. Sementara bagi warga, kualitas udara menjadi persoalan yang mereka hadapi setiap hari.

Di tengah ambisi membawa Borneo FC berjaya di pentas Asia, Mauro mengingatkan bahwa kemenangan di lapangan bukan satu-satunya hal yang penting. Ada kesehatan masyarakat yang juga perlu mendapat perhatian.

Editor : Dzulfikar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network