TENGGARONG, iNewsKutai.id – Jumat (16/10/2026) sore, sekitar pukul 17.00 WITA, puluhan warga terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berkumpul untuk menerima bantuan donasi dari masyarakat.
Wajah mereka terlihat semringah. Setelah kehilangan rumah dan harta benda akibat kebakaran, bantuan yang diterima sore itu setidaknya memberikan sedikit ketenangan di tengah ketidakpastian kehidupan mereka.
Satu per satu nama warga dipanggil untuk menerima bantuan. Besaran dana yang diterima berbeda-beda, disesuaikan dengan hasil pendataan, tingkat kerusakan bangunan, serta kesepakatan musyawarah.
Total donasi yang berhasil dihimpun dari kepedulian masyarakat mencapai Rp939.546.000. Dana tersebut diperuntukkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal maupun mengalami kerusakan rumah akibat kebakaran di kawasan permukiman Kelurahan Melayu.
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi agar pembagiannya sesuai dengan kondisi dan kerugian masing-masing korban.
Sebanyak 35 rumah milik pribadi dan rumah kos masuk dalam kategori penerima bantuan Rp24 juta untuk setiap pemilik. Sementara penyewa atau penghuni kontrakan mendapatkan kompensasi sebesar Rp3,7 juta untuk setiap pintu.
Adapun empat rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang memperoleh bantuan masing-masing Rp1.761.500.
Bantuan Datang, Harapan Memperbaiki Rumah Kembali Tumbuh
Di antara penerima bantuan itu terdapat Danianti, warga Kelurahan Melayu yang rumahnya mengalami kerusakan sekitar 70 hingga 80 persen.
Ia menerima Rp24 juta yang rencananya digunakan untuk memperbaiki rumahnya. Namun, hingga kini Danianti masih mengungsi dan belum dapat memastikan kapan renovasi dimulai.
“Untuk renovasi rumah. Rumah saya termasuk yang mengalami kerusakan cukup parah,” ujar Danianti.
Ketika ditanya mengenai rencana pembangunan kembali rumahnya, ia mengaku masih harus mengumpulkan dana tambahan.
“Belum tahu. Sekarang masih menabung dulu,” katanya.
Cerita serupa datang dari Ilyansah. Rumah miliknya hangus seluruhnya dalam kebakaran tersebut. Kini, ia bersama keluarga masih tinggal di tempat sewaan di rumah anaknya.
Saat menerima bantuan, Ilyansah juga membawa pakaian sekolah untuk anaknya. Di tengah kehilangan tempat tinggal, kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.
“Ini baju anak sekolah,” ucapnya.
Ilyansah menerima bantuan Rp24 juta. Ia mengaku bersyukur atas kepedulian masyarakat dan bantuan kebutuhan pokok yang telah diterima selama masa pengungsian.
“Alhamdulillah, semua dapat. Kalau untuk sembako, jumlahnya cukup, bahkan berlebih,” ujarnya.
Pembagian Donasi Berdasarkan Kesepakatan Bersama
Penyaluran bantuan di Kelurahan Melayu dilakukan berdasarkan hasil musyawarah dan verifikasi terhadap warga terdampak.
Pemilik rumah mendapatkan alokasi lebih besar karena mengalami kerugian material pada bangunan. Sementara penghuni kontrakan memperoleh kompensasi untuk membantu mencari tempat tinggal pengganti.
Khusus penyewa, besaran bantuan dihitung berdasarkan jumlah pintu hunian, bukan jumlah kepala keluarga. Jika satu pintu ditempati dua kepala keluarga, kompensasi tetap diberikan sebesar Rp3,7 juta.
Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, S.STP., M.A.P., yang dilantik pada Mei 2026, memimpin pemerintahan kelurahan di tengah proses pemulihan kawasan terdampak kebakaran tersebut.
Ilyansah menyampaikan terima kasih kepada pihak kelurahan dan seluruh masyarakat yang telah membantu para korban.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak kelurahan atas bantuan yang diberikan. Selama ini tidak ada kendala berarti. Penyaluran bantuan berjalan lancar dan bantuan yang diberikan juga cukup banyak,” tuturnya.
Sore itu, bantuan yang diterima warga memang belum cukup untuk mengembalikan seluruh kerugian akibat kebakaran. Sebagian korban masih mengungsi, sementara lainnya belum mengetahui kapan dapat membangun kembali rumah mereka.
Namun, di balik senyum warga yang satu per satu menerima donasi, tersimpan harapan yang sama: memiliki tempat tinggal kembali dan perlahan menata kehidupan setelah musibah.
Editor : Dzulfikar
Artikel Terkait
