Pekerja Kafe Samarinda-Balikpapan Perkuat Kompetensi Jelang Perkembangan IKN

Ardi Wiriya
Foto: Suasana kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Pelatihan English for Hospitality dan Literasi Keuangan Dasar Berbasis SKKNI" di Samarinda.

SAMARINDA, iNewsSamarinda.id — Perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) diperkirakan turut meningkatkan kebutuhan tenaga kerja terampil pada sektor jasa dan hospitality di Kalimantan Timur. Samarinda dan Balikpapan sebagai kawasan penyangga menjadi dua daerah yang berpotensi merasakan dampak peningkatan aktivitas tersebut.

Kondisi itu mendorong peningkatan kompetensi pekerja di sektor pelayanan, termasuk pekerja kafe dan barista. Sebanyak 35 pekerja dari Samarinda dan Balikpapan mengikuti pelatihan bahasa Inggris untuk hospitality dan literasi keuangan di Samarinda pada 18—19 Juli 2026.

Pelatihan digelar tim dosen Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) yang terdiri atas Tia Rahmatika, Mahsun, dan Ratna Dewi Kusumawati. Program tersebut merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (BIMA) 2026.

Peningkatan kemampuan bahasa Inggris diarahkan pada kebutuhan operasional pekerja kafe. Peserta berlatih menyapa pelanggan, menerima pesanan, merekomendasikan menu, menangani keluhan, melakukan proses pembayaran hingga menutup interaksi dengan konsumen.

Materi tersebut mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang barista, khususnya kemampuan berkomunikasi secara lisan dalam bahasa Inggris pada tingkat operasional dasar.

Selain kemampuan pelayanan, aspek pengelolaan usaha turut menjadi perhatian. Peserta mendapat materi pencatatan kas harian, pemisahan keuangan pribadi dan bisnis, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), serta penyusunan laporan laba rugi sederhana.

Dalam praktiknya, peserta diminta menghitung HPP untuk satu gelas iced coffee, mulai dari biaya biji kopi, susu, sirup hingga kemasan. Perhitungan tersebut digunakan untuk memahami struktur biaya dan menentukan margin keuntungan secara lebih terukur.

Anggota tim pengabdian masyarakat Poltekba Tia Rahmatika mengatakan penguatan keterampilan diperlukan agar tenaga kerja lokal memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kami ingin memastikan para tenaga kerja lokal memiliki rasa percaya diri dan kompetensi berbahasa Inggris sesuai standar SKKNI ketika melayani wisatawan asing, sekaligus mampu mengelola keuangan operasional kafe secara akuntabel,” ujarnya.

Menurut Tia, keterampilan tersebut diharapkan dapat langsung diterapkan peserta di tempat kerja. Pekerja barista dan sektor hospitality juga didorong memiliki sertifikasi kompetensi resmi.

Penguatan kualitas tenaga kerja menjadi salah satu tantangan bagi daerah penyangga di tengah perkembangan IKN. Bukan hanya kesiapan infrastruktur dan investasi, kualitas layanan di sektor kuliner dan hospitality juga akan menentukan kemampuan pelaku usaha lokal menangkap peluang dari meningkatnya aktivitas ekonomi dan kunjungan ke kawasan tersebut.

Editor : Dzulfikar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network