Tiga Dekade Berkarier di Polri, Suyudi Ario Seto Kini Pegang Tongkat Komando Bhayangkara

Dzulfikar ASH
Foto: Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto seusai prosesi pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

JAKARTA, iNewsKutai.id – Karier panjang Suyudi Ario Seto di kepolisian mencapai titik baru. Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Kapolri di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pengangkatannya sekaligus membawa mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu menyandang pangkat Jenderal Polisi atau bintang empat.

Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/Polri Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri.

Sebelum dilantik Presiden, Suyudi telah memperoleh persetujuan DPR RI. Komisi III DPR lebih dulu menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadapnya sebelum hasilnya dibawa ke Rapat Paripurna DPR.

Dalam proses tersebut, Suyudi membawa visi “Polri Bersama Masyarakat”. Ia juga menegaskan jabatan Kapolri bukan semata puncak perjalanan karier, melainkan tanggung jawab besar dalam memimpin institusi kepolisian.

“Bagi saya, jabatan Kapolri bukanlah puncak karier, jabatan Kapolri adalah puncak tanggung jawab,” kata Suyudi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Tumbuh dari Dunia Reserse

Suyudi bukan wajah baru dalam dunia penyidikan. Lulusan Akademi Kepolisian 1994 itu menghabiskan banyak perjalanan kariernya di bidang reserse.

Pria kelahiran Pandeglang, Banten, 14 Juli 1973 tersebut pernah menjadi Kanit II Resmob Polda Metro Jaya. Ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan, mulai Kapolsek Metro Pasar Minggu hingga Kasat Reskrim di sejumlah wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kariernya kemudian bergerak ke jabatan kewilayahan. Suyudi pernah memimpin Polres Majalengka, Polres Bogor, Polresta Bogor Kota, hingga Polres Metro Jakarta Pusat.

Pengalamannya sebagai penyidik juga membawanya ke Bareskrim Polri. Di sana, Suyudi pernah dipercaya menjadi Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.

Jejak panjang di bidang reserse itu menjadi salah satu warna yang paling menonjol dalam perjalanan kariernya.

Dari Wakapolda hingga Kepala BNN

Karier Suyudi terus bergerak naik. Pada 2023, ia mendapat kepercayaan menjadi Wakapolda Metro Jaya.

Setahun kemudian, Suyudi kembali ke tanah kelahirannya setelah ditunjuk menjadi Kapolda Banten. Ia memimpin kepolisian di provinsi tersebut pada 2024 hingga 2025.

Perjalanan berikutnya membawa Suyudi keluar dari struktur kewilayahan Polri.

Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional. Pangkatnya saat itu meningkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi atau bintang tiga.

Di BNN, Suyudi berada di garis depan pemberantasan peredaran narkotika, termasuk penanganan jaringan lintas negara.

Jabatan Kepala BNN akhirnya menjadi persinggahan terakhir Suyudi sebelum namanya diajukan Presiden untuk memimpin Polri.

Kini Memegang Tongkat Komando Polri

Lebih dari tiga dekade setelah menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian, Suyudi kini berada di pucuk Korps Bhayangkara.

Perjalanan itu ditempuh melalui berbagai medan penugasan: dari Resmob, satuan reserse kriminal, Bareskrim, memimpin sejumlah Polres, menjadi Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala BNN.

Kamis, 1 Oktober 2026, perjalanan tersebut memasuki babak baru.

Dengan empat bintang di pundaknya, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini memegang tongkat komando Polri menggantikan Listyo Sigit Prabowo.

Editor : Dzulfikar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network