Tenggarong Jadi Lautan Manusia saat Belimbur, Rendi Solihin Taksir Lebih dari 50 Ribu Orang

Zailany
Foto: Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin saat mengikuti tradisi Belimbur pada puncak Erau Adat Kutai 2026 di Tenggarong.

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Rani datang jauh-jauh dari Kecamatan Kota Bangun ke Tenggarong bersama keluarga dan kerabatnya, Minggu, 27 September 2026. Tujuannya satu: ikut larut dalam tradisi Belimbur yang menjadi puncak Erau Adat Kutai 2026.

Bagi Rani, Belimbur bukan sekadar pesta saling menyiram air. Tradisi itu menjadi bagian dari budaya Kutai yang selalu dinantikan masyarakat saat Erau digelar.

“Ini budaya kami Kutai, jadi kami wajib mengikuti acara ini. Seru banget, puluhan ribu orang hadir ikut Belimbur,” kata Rani di tengah keramaian.

Rani dan keluarganya berbaur dengan ribuan warga yang sejak siang memenuhi ruas-ruas jalan di Tenggarong. Wadah berisi air berada di tangan warga. Setiap rombongan yang melintas menjadi sasaran siraman. Teriakan dan gelak tawa terdengar di tengah kerumunan.

Pemandangan serupa membentang di sepanjang jalur prosesi Mengulur Naga hingga pelaksanaan Belimbur. Jalan-jalan utama Tenggarong berubah menjadi lautan manusia.

Di tengah kerumunan itu, Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin terlihat mengikuti Belimbur bersama mantan Bupati Kukar Rita Widyasari. Mengenakan busana adat Kutai, keduanya berjalan bersama rombongan menyusuri ruas jalan yang dipadati masyarakat.

Rombongan bergerak dari kawasan Museum Mulawarman, melewati Jalan KH Akhmad Muksin hingga Jalan Wolter Monginsidi dan kawasan Kantor DPRD Kukar. Rendi menyebut perjalanan yang ditempuhnya bersama rombongan mencapai sekitar tujuh kilometer.

Sepanjang perjalanan, guyuran air datang silih berganti. Warga berdiri di sisi jalan dan menyiram peserta yang melintas. Sebagian lainnya mengangkat telepon seluler untuk mengabadikan Rendi dan Rita yang berjalan di tengah kerumunan.

Dari kepadatan yang disaksikannya sepanjang perjalanan itu, Rendi memperkirakan jumlah masyarakat yang mengikuti puncak Erau tahun ini mencapai lebih dari 50 ribu orang.

“Ini terbanyak, ini terbanyak. 50.000-an ada kali ya,” ujar Rendi.

Perkiraan itu melampaui target sekitar 40 ribu pengunjung yang sebelumnya dipatok dalam penyelenggaraan Erau 2026.

“Kalau tadi data 40.000 saya enggak setuju. Lebih dari 50 ribu orang tadi saya lihat karena sepanjang tujuh kilometer itu penuh, padat jalanannya,” katanya.

Angka tersebut merupakan perkiraan Rendi berdasarkan kepadatan yang dilihatnya di lapangan, bukan hasil penghitungan resmi jumlah pengunjung.

Tak hanya soal jumlah pengunjung, Rendi menyoroti pelaksanaan Belimbur yang menurut dia berlangsung lebih tertib. Ia mengapresiasi masyarakat karena tradisi berlangsung tanpa penggunaan air kotor serta tidak diwarnai perkelahian maupun pelecehan.

“Dan hari ini masyarakat Kutai Kartanegara sudah bisa membuktikan, masyarakat Tenggarong sudah bisa membuktikan bahwa Kutai Kartanegara aman dan damai,” kata Rendi.

Menurut dia, tingginya antusiasme masyarakat yang dibarengi situasi kondusif memberikan warna berbeda pada penyelenggaraan Erau kali ini.

“Erau tahun 2026, saya rasa sangat berbeda dibanding Erau-Erau sebelumnya,” ujarnya.

Rendi berharap antusiasme tersebut ikut memperkuat posisi Erau Adat Kutai dalam kurasi Karisma Event Nusantara atau KEN pada tahun berikutnya. Erau Adat Kutai 2026 telah masuk dalam kalender KEN tahun ini, sementara untuk 2027 kembali melalui proses kurasi.

“Harapannya bisa bertahan 2027 karena itu belum pasti untuk bertahan 2027. Tapi melihat antusiasnya masyarakat Tenggarong hari ini, Kutai Kartanegara, bahkan Kalimantan Timur hari ini, Erau wajib masuk ke KEN lagi di tahun 2027 yang datang,” kata Rendi.

Hingga rombongan meninggalkan kawasan pusat Tenggarong, warga masih memenuhi sejumlah ruas jalan. Siraman air, teriakan, dan gelak tawa mengiringi perjalanan peserta.

Bagi warga seperti Rani, keramaian itu bukan hanya soal pesta air. Belimbur menjadi kesempatan untuk kembali merayakan tradisi yang diwariskan turun-temurun sekaligus mempertemukan ribuan orang dalam satu perayaan budaya Kutai.

Editor : Dzulfikar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network