TENGGARONG, iNewsKutai.id – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, meski kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan mulai menurun. Kondisi atmosfer disebut menjadi salah satu faktor yang membuat asap bertahan di dekat permukaan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Sandi, mengatakan sebaran asap tidak hanya terjadi di Kalimantan Timur, tetapi juga terlihat di sejumlah wilayah Kalimantan lainnya.
“Kalau kita lihat citra sebaran asap, hampir semua wilayah, tidak hanya Kalimantan Timur, Kalteng, Kalsel, Kalbar, itu tertutupi juga,” kata Sandi saat ditemui di Kantor BPBD Kukar, Kompleks Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Rabu (21/10/2026).
Menurut Sandi, keberadaan asap di udara tidak hanya dipengaruhi aktivitas kebakaran. Kondisi atmosfer, termasuk fenomena inversi suhu, turut menentukan apakah asap dapat menyebar atau justru terkonsentrasi di dekat permukaan.
Pergerakan dan kecepatan angin juga berperan dalam menentukan arah serta penyebaran asap. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu penjelasan mengapa kabut asap masih terasa meskipun kejadian karhutla mulai berkurang.
Sementara itu, hasil pemantauan sesaat BPBD Kukar pada Rabu (21/10/2026) pukul 09.23 WITA mencatat konsentrasi partikel PM2,5 sebesar 84 mikrogram per meter kubik dan PM10 mencapai 202 mikrogram per meter kubik.
Pengukuran dilakukan di Kantor BPBD Kukar, Desa Perjiwa, Tenggarong Seberang. Hasil tersebut merupakan pengukuran sesaat dan belum mewakili rata-rata kualitas udara selama 24 jam.
Sandi mengatakan, kejadian karhutla di Kukar mulai menurun sejak September dan kembali berkurang pada Oktober, baik dari jumlah kejadian maupun luas lahan terbakar.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak kabut asap, terutama terhadap anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.
“Kasihan bagi anak-anak, terutama kelompok rentan yang punya penyakit asma dan penyakit lainnya,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran serta menjaga kesehatan selama kabut asap masih terjadi.
Editor : Dzulfikar
Artikel Terkait
