Viral Oknum Anggota Satpol PP Cantik Video Call, Pamer Payudara Sambil Desah Manja

Fitriadi
.
Minggu, 17 Juli 2022 | 20:55 WIB
ASN Pemkab OKI Sumsel video call sambil pamer dada. Foto: tangkapan layar.

OGAN KOMERING ILIR - Oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bikin gempar warga Ogan Komering Ilir (OKI). Penyebabnya, video mesum perempuan berhijab lagi pamer payudara itu beredar luas di masyarakat.

Video tersebut diketahui merupakan rekaman panggilan video atau video call. Namun, pria yang menjadi lawan bicara Aparatur Sipil Negara (ASN) itu tidak terlihat. Sebaliknya, hanya terlihat alat kelaminnya.

Sedangkan ASN Satpol terlihat membuka baju seragamnya memamerkan tubuh bagian atas. Dia sesekali tersenyum mengarah ke kamera. Selain itu, terdengar desahan manja dalam video tersebut. 

Suara dalam video tersebut, terdengar suara pria itu meminta wanita ASN Satpol PP membuka baju seragam dan pakaian dalamnya. Wanita ASN itu menurutinya, dan terlihat sambil tersenyum manja membuka baju seragamnya. 

Tak hanya itu, pria lawan bicara wanita ASN Satpol PP itu juga meminta untuk menaruh ponsel di dinding agar lebih leluasa memperlihatkan organ intimnya. Namun saat permintaan pria itu belum sempat dilakukan, wanita ASN Satpol PP itu keburu menutupnya dengan alasan ada tamu. 

Wanita ASN Satpol PP terlihat melakukan telepon video sambil berdiri. Diduga, wanita ASN Satpol PP itu melakukan telepon video di dalam kantor. Kuat dugaan, adegan mesum yang dilakukan wanita ASN ini terjadi saat jam kerja. 

Ulah wanita ASN ini mendapat kecamanan dari Ketua DPRD Kabupaten OKI, Abdi Yanto. "Perbuatan itu sangat disayangkan, karena pelakunya seorang ASN dan publik figur yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat," tegasnya. 

Dia mengimbau, agar para pejabat publik termasuk para ASN bijak dalam menggunakan teknologi informasi, dan media sosial. Karena jika salah dalam penggunaannya, maka akan dengan mudah hal-hal yang tidak diinginkan menyebar ke publik. 

"Viralnya video oknum wanita ASN Satpol PP ini, semoga menjadi pembelajaran semua pihak untuk berhati-hati dalam bersikap dan bertindak, utamanya di media sosial, karena menyangkut harga diri dan kehormatan lembaganya," tegas Abdi.

Editor : Abriandi
Bagikan Artikel Ini