Kota Balikpapan Dikepung Banjir, 10 Kawasan Permukiman Terendam

Mukmin Azis
.
Kamis, 25 Agustus 2022 | 20:39 WIB
Personel Brimob Polda Kaltim mengevakuasi warga korban banjir Kota Balikpapan. (foto: ist/fb: satya sakunta loka)

BALIKPAPAN, iNewsKutai.id – Kota Balikpapan dikepung banjir, Kamis (25/8/2022). Akibatnya, 10 kawasan permukiman penduduk terendam air dan terisolir. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mencatat genangan air merendam 4 kawasan permukiman di Balikpapan Selatan, 3 wilayah di Balikpapan Tengah, kemudian 2 kawasan di Balikpapan Kota, serta 1 kawasan di Balikpapan Timur.

Tidak hanya itu, banjir yang diakibatkan curah hujan tinggi sejak Rabu malam itu juga mengakibatkan sejumlah ruas jalan protokol sempat lumpuh akibat ketinggian banjir tidak bisa dilalui kendaraan.

Ketinggian genangan di sejumlah kawasan itu variatif, mulai dari 30 sentimeter hingga 1,5 meter. Meski demikian, genangan di sebagian besar wilayah mengalami penyusutan menjelang tengah hari.

“Petugas piket tadi malam langsung melakukan pemantauan ke lapangan. Warga yang terjebak langsung dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” ungkap Sekretaris BPBD Kota Balikpapan, Izmir Novian Hakim.

Selain itu terdapat 9 titik jalan utama yang tergenang banjir mulai dinihari hingga subuh. Titik terparah tersebar di wilayah Balikpapan Kota, Selatan dan Tengah.

BPBD Kota Balikpapan turut melaporkan terdapat 13 titik tanah longsor di berbagai wilayah. Longsor terjadi di 7 kawasan Balikpapan Kota, 5 kawasan Balikpapan Tengah dan 1 kawasan di Balikpapan Selatan.

Sementara itu, Forecaster On Duty (FOD) Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas 1 SAMS Sepinggan Balikpapan melaporkan tingginya intensitas hujan di beberapa wilayah terjadi sejak pukul 1.25 wita hingga 4.56 wita. BMKG mencatat curah hujan tertinggi mencapai 190 mm, dengan durasi 1 jam 42 menit.

Forecaster Stamet Kelas 1 SAMS Sepinggan, Diyan Novrida mengatakan fenomena ini tergolong cuaca ekstrem.

“Teridentifikasi adanya pola sirkulasi pusaran angin di Selat Makassar dan pola shearline seta konvergensi yang lokal di Balikpapan dan sekitarnya. Selain itu, kondisi kelembapan udara cukup tinggi di lapisan atas membuat wilayah sekitarnya menjadi tempat subur bagi pertumbuhan awan dan hujan,” jelasnya.

Editor : Abriandi
Bagikan Artikel Ini