Ketupat Gantung di Hutan Kalimantan: Uji Kesabaran dan Ketangkasan Jemari Bayi Orangutan
BERAU, iNewsKutai.id – Ketupat biasanya hadir di meja makan saat Lebaran. Namun, di kawasan rehabilitasi satwa di Kalimantan Timur, anyaman daun kelapa itu justru memiliki fungsi berbeda menjadi “alat ujian” bagi bayi orangutan yang sedang belajar bertahan hidup.
Di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam, Kampung Merasa, Kabupaten Berau, yang dikelola Conservation Action Network (CAN), ketupat digantung di area bermain. Isinya bukan beras, melainkan potongan makanan yang harus “diperjuangkan” oleh para penghuni muda hutan tersebut.
Empat bayi orangutan tampak sibuk sejak pagi. Mereka memanjat rangka playground, bergelayut dari satu titik ke titik lain, lalu berusaha meraih ketupat yang tergantung cukup tinggi. Setelah berhasil, tantangan belum selesai—mereka harus membuka anyaman untuk mendapatkan makanan di dalamnya.
Founder sekaligus Direktur CAN, Paulinus Kristanto, menyebut metode ini sebagai bagian dari pengayaan perilaku yang dirancang bertepatan dengan momen Idulfitri.
“Bagi kami di CAN, setiap momen adalah kesempatan belajar, termasuk di hari kemenangan ini. Metode pengayaan ketupat ini bertujuan menantang kemampuan fisik dan kognitif bayi orangutan,” ujar Paulinus, Rabu (25/3/2026).
Editor : Dzulfikar