get app
inews
Aa Text
Read Next : Tak Tahan Nafsu, Pemuda di Berau Nekat Perkosa Nenek 56 Tahun di Warung Kopi

Ketupat Gantung di Hutan Kalimantan: Uji Kesabaran dan Ketangkasan Jemari Bayi Orangutan

Rabu, 25 Maret 2026 | 17:43 WIB
header img
Di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam, Kampung Merasa, Kabupaten Berau, yang dikelola Conservation Action Network (CAN), ketupat digantung di area bermain anak orangutan. Foto: Ist

Bedanya, ketupat diisi dengan kombinasi buah, selai, dan madu, lalu digantung di dahan untuk menyesuaikan dengan kondisi alami hutan.

Manajer BORA, Widi Nursanti, mengatakan variasi sederhana seperti ini penting untuk menjaga perkembangan perilaku satwa.

“Enrichment membuat mereka tetap sibuk, berpikir, belajar, dan mencari cara untuk mendapatkan makanan,” jelasnya.

Menurut Widi, kreativitas dalam penyajian menjadi kunci utama.

“Melalui media seperti ketupat, mereka terpancing untuk melakukan problem solving, menggunakan penciuman, serta mengasah kemampuan fisik. Ini juga mencegah kejenuhan selama rehabilitasi,” tambahnya.

Upaya ini mendapat dukungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, menilai pendekatan tersebut relevan dengan kebutuhan satwa.

“Pemberian enrichment bertema ketupat ini merupakan bentuk dedikasi agar proses rehabilitasi tetap berjalan dinamis, bahkan di momen hari besar,” ujarnya.

Ia menegaskan, inti rehabilitasi bukan sekadar merawat, tetapi memastikan satwa tetap memiliki insting liar.

“Satwa harus tetap ‘sibuk’. Ketupat ini menjadi alat problem solving yang efektif. Mereka dilatih untuk mencari dan mengupayakan makanan, seperti di alam liar,” katanya.

Bagi BKSDA, momen “kupatan” ini bukan sekadar simbol perayaan, melainkan juga sarat harapan.

“Setiap proses belajar adalah langkah menuju kepulangan mereka ke habitat aslinya,” tutup Ari.

Di tengah riuh perayaan Lebaran manusia, ada kisah lain yang berjalan tenang di bawah kanopi hutan Berau. Tentang ketupat, tentang latihan, dan tentang masa depan orangutan yang tengah dipersiapkan untuk kembali pulang.

Editor : Dzulfikar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut