get app
inews
Aa Text
Read Next : Ngeri! Bocah Diterkam Buaya di Kutai Timur saat Berenang di Sungai Sangatta

HUT Ke-81 RI, Pengibaran Bendera Merah Putih di Bawah Laut Pulau Miang Angkat Wisata Bahari Kaltim

Senin, 17 Agustus 2026 | 10:58 WIB
header img
Bendera Merah Putih berkibar di bawah laut Pulau Miang, semarak HUT ke-81 RI sekaligus mengangkat potensi wisata bahari Kalimantan Timur. (Istimewa).

KUTAI TIMUR, iNewsKutai.id — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, dirayakan dengan cara berbeda. Sejumlah penyelam menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut pada kedalaman sekitar 8 hingga 5 meter.

Kegiatan tersebut melibatkan komunitas penyelam, Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, sejumlah jurnalis, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Miang.

Selain memperingati kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata bahari Pulau Miang sekaligus menjaga ekosistem bawah laut.

Meski berlangsung di bawah permukaan laut, rangkaian upacara tetap berjalan khidmat. Para penyelam mengikuti pengibaran bendera Merah Putih hingga pembacaan teks Proklamasi.

Setelah upacara, para penyelam melanjutkan kegiatan dengan parade atau konvoi bendera di bawah laut.

### Pengibaran Bendera Sempat Terkendala Cuaca

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur Muhammad Faisal mengatakan, kegiatan tersebut sejak awal memang dirancang sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 RI sekaligus promosi wisata bahari Pulau Miang.

Namun, konsep awal kegiatan harus disesuaikan karena kondisi cuaca di perairan Pulau Miang kurang mendukung.

Faisal mengatakan, awalnya pengibaran bendera direncanakan dilakukan bersamaan dengan keberadaan **whale shark** atau hiu paus yang terdeteksi di sekitar kawasan Pulau Miang.

> “Awalnya kami ingin pengibaran bendera di bawah laut dilakukan bersama whale shark. Di Pulau Miang terdeteksi ada enam atau tujuh whale shark dan beberapa penyelam juga sudah mendapatkan videonya,” kata Faisal.

Namun, angin kencang dan gelombang tinggi membuat kondisi laut cukup berat. Bahkan, perjalanan kapal menuju lokasi juga terdampak gelombang.

> “Tetapi situasi tidak memungkinkan, angin besar, gelombang tinggi. Kapal juga berombak cukup besar, sehingga kami akhirnya menyesuaikan kegiatan,” ujarnya.

Meski demikian, pengibaran bendera tetap dilaksanakan. Kedalaman penyelaman yang sebelumnya direncanakan sekitar 10 meter kemudian disesuaikan menjadi sekitar 8 hingga 5 meter.

> “Yang tadinya rencana dari 10 meter, akhirnya menjadi sekitar 8 sampai 5 meter. Alhamdulillah kegiatan tetap berjalan sesuai dengan konsep,” jelas Faisal.

### Penyelam Ikut Jaga Ekosistem Laut

Selain pengibaran dan konvoi bendera, kegiatan juga diisi dengan aksi pelestarian lingkungan.

Para penyelam melakukan transplantasi terumbu karang menggunakan media **Star Reef** atau yang dikenal sebagai media spider.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemantauan pertumbuhan dan perkembangan terumbu karang di perairan Pulau Miang.

Desy Novianti dari komunitas penyelam mengatakan, kegiatan bawah laut tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Menurut Desy, penyelam memiliki kesempatan untuk melihat langsung kondisi ekosistem bawah laut sehingga penting untuk ikut menjaga keberadaannya.

> “Kegiatan ini bukan hanya tentang pengibaran bendera, tetapi juga bagaimana kita ikut menjaga lingkungan bawah laut yang menjadi bagian dari kekayaan Pulau Miang,” kata Desy.

Ia mengatakan transplantasi terumbu karang dilakukan untuk mendukung keberlangsungan ekosistem bawah laut sekaligus memantau perkembangan terumbu karang di kawasan tersebut.

> “Kami berharap terumbu karang yang ditransplantasikan bisa terus tumbuh dan berkembang. Karena keindahan bawah laut ini harus dijaga bersama,” ujarnya.

Desy juga berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan laut.

> “Jangan hanya datang untuk menikmati keindahan lautnya, tetapi masyarakat juga harus ikut menjaga ekosistemnya,” katanya.

### Jadi Momentum Promosi Wisata Bahari

Muhammad Faisal mengatakan, Pulau Miang sengaja dipilih karena memiliki potensi bawah laut yang menurutnya layak diperkenalkan lebih luas.

Peringatan HUT ke-81 RI kemudian dimanfaatkan sebagai momentum untuk membuat promosi Pulau Miang lebih menarik.

> “Sengaja kami memilih Pulau Miang karena kalau hanya promosi biasa saja mungkin kurang greget. Akhirnya kami mengambil momentum ulang tahun Republik Indonesia,” ujar Faisal.

Menurutnya, kegiatan pengibaran Merah Putih di bawah laut dapat memperlihatkan sisi lain potensi wisata Kalimantan Timur.

Tidak hanya pemandangan di daratan, tetapi juga kekayaan alam yang berada di bawah permukaan laut.

> “Kita ingin melihatkan keindahan alam di bawah laut Pulau Miang. Mudah-mudahan ini bisa menjadikan Pulau Miang kita promosikan secara nasional,” tuturnya.

Faisal berharap kegiatan tersebut dapat menarik perhatian masyarakat secara lebih luas dan membuat Pulau Miang semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari Kalimantan Timur.

> “Mudah-mudahan ini bisa menggugah dan menjadi promosi kita secara nasional bahwa kita punya Pulau Miang yang luar biasa di bawah laut,” pungkas Faisal.

Editor : Dzulfikar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut