Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BREAKING NEWS: Kebakaran Melanda Permukiman Gang Wakaf Tenggarong, Api Berkobar Hebat
Advertisement . Scroll to see content

Petang Mencekam di Tenggarong, Warga Berlarian Menyelamatkan Harta

Senin, 05 Oktober 2026 | 23:06 WIB
  • author Zailany
Petang Mencekam di Tenggarong, Warga Berlarian Menyelamatkan Harta
Foto : Petugas pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan kobaran api yang melanda permukiman padat di kawasan Jalan Danau Aji, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Senin (5/10/2026). Sekitar 75 rumah diperkirakan terdampak dalam kebakaran tersebut.

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Supriyadii mendengar teriakan kebakaran ketika asap sudah mulai menebal di sekitar rumahnya. Ketua RT 33 itu bergegas keluar. Begitu melihat keadaan, ia kembali masuk ke rumah. Bukan untuk bertahan, melainkan mengambil surat-surat penting yang masih bisa diselamatkan.

“Ada orang teriak kebakaran, terus saya keluar, sudah ada asap tebal. Masuk saya ke rumah menyelamatkan surat-surat,” kata Supriyadi.

Senin sore, 5 Oktober 2026, kawasan Jalan Danau Aji, Gang Wakaf, Tenggarong, Kutai Kartanegara, berubah menjadi kepulan asap dan kobaran api.

Kebakaran yang terjadi di belakang SD Muhammadiyah 1 Tenggarong itu menjalar di tengah permukiman padat. Sekitar 75 rumah diperkirakan terdampak. Angka pastinya masih menunggu pendataan.

Api mulai terlihat sekitar pukul 16.30 WITA. Angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Warga berhamburan keluar rumah. Sebagian membawa dokumen dan barang berharga. Sebagian lainnya hanya bisa berdiri menjauh, menyaksikan api merambat di antara rumah-rumah mereka.

Di tengah kepanikan itu, petugas pemadam kebakaran datang dan mencoba mengepung api.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, termasuk dalam tim awal yang tiba di lokasi. Ia mengatakan titik api ketika itu terlihat berada di bagian tengah permukiman.

“Kita melihat titik api itu ada di lokasi tengah, sekitar satu rumah dan saya langsung melakukan pola menyerang,” kata Fida saat ditemui di lokasi.

Ketika Tangki Kosong

Sekitar 10 unit kendaraan pemadam dikerahkan. Bantuan datang dari Loa Kulu, Sanga-Sanga, Kota Bangun, relawan Samarinda, serta sejumlah kecamatan lainnya.

Polisi membantu menggunakan water cannon. Perumda Tirta Mahakam juga memasok air untuk mendukung pemadaman.

Namun, di tengah permukiman padat itu, persoalan terbesar muncul: air.

“Kita sempat kehabisan pasokan air, sulit mencari sumber air dengan situasi seperti ini,” ujar Fida.

Fida mengatakan dirinya ikut memegang langsung proses pemadaman. Dua tangki air dihabiskan. Ketika persediaan habis dan armada harus kembali mengisi, petugas menghadapi situasi yang sulit.

Mereka melihat api masih menyala, tetapi air yang dibutuhkan untuk melawannya tidak tersedia.

“Saya sendiri pegang, ya. Saya menghabiskan air dua tangki. Tapi tadi lihatlah, mungkin kita sudah berusaha. Kita tadi menyaksikan pada saat air kita habis, kita mengisi, kita hanya menonton api itu memakan satu unit rumah,” tuturnya.

Fida mengakui kondisi tersebut menjadi pukulan bagi petugas yang berada di lapangan.

“Alhamdulillah sebenarnya, ya kita akui, kalau bilang kalah ya kalah, karena kita kehabisan air,” katanya.

Keterbatasan armada juga menjadi tantangan. Tidak seluruh unit Damkarmat Kukar dapat terkonsentrasi di Tenggarong. Sejumlah armada masih tersebar di beberapa wilayah Kutai Kartanegara untuk menangani dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi itu membuat dukungan dari wilayah lain dan para relawan menjadi penting dalam upaya menguasai api.

Danau Aji Sudah Dipetakan Rawan

Bagi Damkarmat Kukar, kepadatan permukiman di Danau Aji bukan persoalan baru.

Fida mengatakan kawasan tersebut sebelumnya telah dipetakan sebagai daerah dengan risiko tinggi apabila terjadi kebakaran. Bangunan yang rapat dan terbatasnya sumber air menjadi perhatian utama.

“Saya menetapkan Danau Aji itu ibarat segitiga. Dari sisi Jalan Danau Aji, dari sisi Jalan Ali Mudin yang kita ada sekarang sampai di Danau Lipan,” ujarnya.

Pemetaan dan simulasi penanganan kebakaran, menurut dia, telah beberapa kali dilakukan. Petugas menggunakan pemetaan drone hingga melakukan simulasi pemasangan selang untuk mencari pola penanganan ketika kebakaran terjadi.

Damkarmat Kukar juga mengupayakan fasilitas pendukung berupa hidran kering dan dua tandon air berkapasitas masing-masing 5.000 liter.

“Contohnya tadi kita sudah mainkan, kita mengisi di depan KUA. Ya agak memperpendeklah ke Sungai Tenggarong,” kata Fida.

Tetapi kebakaran Senin sore menunjukkan besarnya tantangan ketika api benar-benar muncul di tengah permukiman padat.

Warga Sesak Napas

Kebakaran tak hanya meninggalkan bangunan yang hangus.

Di tengah asap pekat dan kepanikan, sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan. Fida mengatakan ada warga lanjut usia yang sempat pingsan. Beberapa orang lainnya harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami sesak napas.

“Pingsan saja, tadi saya cek ada orang tua. Ada juga dua orang, tiga orang tadi dibawa ke rumah sakit karena sesak napas,” ujarnya.

Sementara itu, Supriyadi mengatakan informasi awal yang ia terima menyebut api diduga berasal dari salah satu rumah sewaan.

“Mulai api itu dari rumah sewaan, rupanya ada yang masak itu ditinggal,” katanya.

Namun, keterangan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

Fida menegaskan penyebab dan titik awal api masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.

“Belum mendapatkan kepastian. Tadi infonya sih di belakang rumah Pak RT, mungkin di rumah pintuan ya. Tapi tadi segelintir saja saya dengar-dengar dari pihak Pak Lurah sama Pak dari Koramil,” kata dia.

Karena itu, dugaan aktivitas memasak yang ditinggalkan masih sebatas informasi awal dari warga dan belum menjadi kesimpulan resmi.

Permintaan Maaf di Tengah Puing

Setelah berjibaku selama berjam-jam, kobaran api akhirnya dapat dikendalikan.

Namun bagi petugas, pekerjaan malam itu tak selesai ketika api mengecil. Kebakaran tersebut menyisakan evaluasi mengenai ketersediaan air, distribusi armada, dan kesiapan menghadapi kebakaran di kawasan padat penduduk.

Fida pun menyampaikan permohonan maaf kepada warga.

“Makanya tadi saya mewakili kawan-kawan peserta relawan, mohon maaf dengan warga, tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal, mungkin keterbatasan,” ujarnya.

Di Danau Aji, Senin petang itu, keterbatasan tersebut terlihat nyata. Ketika tangki kosong, petugas harus bergegas mencari air. Ketika api menjalar, warga berlari menyelamatkan apa pun yang masih sempat mereka bawa.

Dan ketika kobaran akhirnya mereda, puluhan keluarga harus menghadapi kenyataan bahwa rumah yang mereka tinggalkan beberapa jam sebelumnya tak lagi sama.

Editor: Dzulfikar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut