Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pilu, Dua Bocah Kakak Beradik Ditemukan Saling Berpelukan di Tengah Puing Kebakaran Tenggarong
Advertisement . Scroll to see content

Upaya Seorang Ayah Menyelamatkan Dua Anaknya dalam Kebakaran di Tenggarong

Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:02 WIB
  • author Dzulfikar ASH
Upaya Seorang Ayah Menyelamatkan Dua Anaknya dalam Kebakaran di Tenggarong
Foto: Petugas pemadam kebakaran bersama relawan melakukan pencarian dan evakuasi korban di antara puing-puing kebakaran di Jalan Kartini, Gang Karya, Tenggarong, Rabu (14/10/2026) dini hari.

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Hamri Noor berusaha mencari dua anaknya ketika api mulai membakar rumah mereka di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa malam, 13 Oktober 2026. Namun, upayanya menyelamatkan kedua buah hatinya tidak berhasil. Ia keluar dari rumah dalam kondisi mengalami luka bakar.

Kedua anaknya, Ali, 7 tahun, dan Husin, 3 tahun, masih berada di dalam rumah ketika kobaran api semakin membesar. Kakak beradik itu akhirnya ditemukan meninggal dunia beberapa jam setelah kebakaran berhasil dipadamkan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.50 WITA tersebut bermula ketika api terlihat membakar bagian meteran listrik rumah Hamri. Dalam waktu singkat, kebakaran meluas hingga menghanguskan 11 bangunan di kawasan RT 61 dan RT 26.

Berdasarkan laporan Kapolsek Tenggarong, AKP Nahrawi, seorang saksi bernama Basuki mengetahui kebakaran setelah dibangunkan oleh tetangganya. Ia kemudian bergegas menuju rumah Hamri dan melihat api pada bagian meteran listrik.

Basuki sempat mencoba memadamkan api menggunakan air dari ember. Namun, situasi semakin genting ketika Maratus Salehah, istri Hamri, berteriak meminta pertolongan.

Dua anak mereka ternyata masih berada di dalam rumah.

Di tengah situasi tersebut, Hamri berupaya mencari Ali dan Husin. Akan tetapi, api yang terus membesar membuat pencarian itu tidak membuahkan hasil.

Hamri akhirnya keluar dari rumah dengan luka bakar pada bagian tubuhnya. Sementara itu, kedua anaknya belum berhasil diselamatkan.

Pencarian Dua Anak di Tengah Sisa Kebakaran

Kobaran api terus menjalar ke bangunan lain yang sebagian besar terbuat dari kayu. Rumah-rumah yang berdiri berdekatan membuat kebakaran meluas ke sejumlah bangunan di sekitarnya.

Ketua RT 61, Akhyar, yang datang setelah mendapat informasi dari warga, mendapati api telah membesar dan membakar rumah Hamri beserta sejumlah bangunan di sebelahnya.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kutai Kartanegara bersama relawan kemudian berupaya mengendalikan kebakaran.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.35 WITA, Rabu, 14 Oktober 2026.

Setelah api padam, pencarian terhadap Ali dan Husin dilanjutkan. Kedua anak itu sebelumnya dilaporkan masih berada di dalam rumah ketika kebakaran terjadi.

Sekitar pukul 03.28 WITA, petugas menemukan keduanya dalam kondisi meninggal dunia.

Upaya Hamri mencari kedua anaknya pada malam itu pun berakhir dengan kehilangan yang mendalam. Ia selamat dari kebakaran, tetapi kedua buah hatinya tidak berhasil diselamatkan.

Sebelas Bangunan Hangus, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Selain menelan dua korban jiwa dan menyebabkan seorang warga mengalami luka bakar, kebakaran tersebut menghanguskan 11 bangunan.

Bangunan yang terdampak meliputi rumah warga, rumah sewaan, bangunan sewaan tujuh pintu, hingga asrama atau rumah singgah Kecamatan Tabang.

Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp3 miliar.

Kepolisian menduga kebakaran dipicu korsleting listrik di rumah Hamri Noor. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Inafis Satreskrim Polres Kutai Kartanegara.

Kapolsek Tenggarong, AKP Nahrawi, dalam laporannya menyebutkan polisi telah mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan ketua RT setempat.

Di balik kerusakan bangunan dan besarnya kerugian akibat kebakaran, peristiwa ini menyisakan kisah seorang ayah yang berusaha menyelamatkan anak-anaknya.

Hamri berhasil keluar dari rumah yang terbakar. Namun, malam itu ia harus kehilangan Ali dan Husin, dua anak yang sempat berusaha dicarinya di tengah kobaran api.

Editor: Dzulfikar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut