Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 500 Guru Mengaji di Kukar Diuji Kompetensinya, Pemkab Tekankan Kualitas Pendidikan Al-Qur'an
Advertisement . Scroll to see content

Cegah Kebakaran Berulang, Damkar Kukar Imbau Warga Sediakan APAR di Rumah

Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:26 WIB
  • author Dzulfikar ASH
Cegah Kebakaran Berulang, Damkar Kukar Imbau Warga Sediakan APAR di Rumah
Foto : Fida Hurasani (berbaju merah Damkar) bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, istrinya Andi Deezca Pravidhia Aulia, dan Plt Camat Tenggarong Isnaniah meninjau lokasi kebakaran di Gang Karya, Minggu (18/10/2026).

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Musibah kebakaran yang berulang kali terjadi di kawasan permukiman Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar mengimbau setiap keluarga menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah pencegahan sejak dini.

Imbauan tersebut disampaikan Fida Hurasani saat mendampingi Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau lokasi kebakaran di Jalan Kartini, Gang Karya atau Jalan Delta, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Peninjauan itu sekaligus dirangkai dengan penyerahan bantuan Pemerintah Kabupaten Kukar kepada warga terdampak kebakaran.

Fida mengingatkan, kebakaran dapat terjadi kapan saja, termasuk ketika penghuni rumah sedang menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan kesiapan peralatan keselamatan, terutama di area dapur.

“Standarnya, setiap rumah memang sebaiknya memiliki minimal satu tabung APAR, terutama ditempatkan di dapur karena aktivitas memasak berlangsung setiap hari,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan APAR dapat membantu warga melakukan penanganan awal ketika api masih kecil, sebelum berkembang dan mengancam bangunan di sekitarnya.

Meski demikian, Fida memahami tidak semua keluarga mampu menyediakan peralatan tersebut. Harga APAR, khususnya tabung berkapasitas enam kilogram, masih menjadi pertimbangan di tengah kondisi ekonomi masyarakat.

Karena itu, pihaknya lebih mengedepankan imbauan dan edukasi ketimbang mendorong kewajiban kepemilikan APAR tanpa mempertimbangkan kemampuan warga.

“Kami sangat mendukung. Namun, kalau diwajibkan, tentu harus melihat kondisi ekonomi masyarakat karena tabung APAR juga memiliki harga,” katanya.

Fida berharap upaya penyediaan APAR dapat diintegrasikan dengan program pemerintah daerah agar semakin banyak rumah tangga memiliki perlindungan awal terhadap risiko kebakaran.

Selain menyediakan peralatan, masyarakat juga diimbau memahami cara menghadapi kebakaran akibat gangguan listrik maupun kebocoran gas elpiji.

Untuk itu, Damkar Kukar membuka kesempatan bagi kelompok masyarakat, relawan, hingga komunitas warga yang ingin mendapatkan pelatihan penanganan awal kebakaran.

“Kami terbuka. Kalau masyarakat ingin mengadakan pelatihan, silakan. Kami siap memberikan pemahaman dan pelatihan bagaimana melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran,” jelasnya.

Fida menegaskan, petugas pemadam siap turun langsung memberikan edukasi ke lingkungan permukiman apabila masyarakat menyediakan waktu dan kesempatan.

Ia berharap kesadaran terhadap bahaya kebakaran tidak hanya muncul setelah musibah terjadi, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin masuk lebih jauh ke kelompok masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang bahaya dan ancaman kebakaran di kawasan permukiman,” pungkasnya.

Melalui imbauan tersebut, Damkar Kukar mengajak masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan keluarga dan lingkungan. Sebab, pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan nyawa akibat kebakaran.

Editor: Dzulfikar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut