Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Upaya Seorang Ayah Menyelamatkan Dua Anaknya dalam Kebakaran di Tenggarong
Advertisement . Scroll to see content

Selasa Sore Masih Mengaji, Rabu Pagi Ahmad dan Husen Disalatkan di Rumah Nenek

Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:41 WIB
  • author Dzulfikar ASH
Selasa Sore Masih Mengaji, Rabu Pagi Ahmad dan Husen Disalatkan di Rumah Nenek
Foto: Kenangan Ahmad (7) dan adiknya, Husen (3), semasa hidup. Kakak beradik yang dikenal rajin mengaji itu meninggal dunia dalam kebakaran di Jalan Kartini, Gang Karya, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Selasa (13/10/2026) malam.

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Rumah Hj. Ni’mah Gani di Jalan Djafar Seman, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, menjadi tempat keluarga melepas kepergian dua bocah kakak beradik, Ahmad (7) dan Husen (3), Rabu, 14 Oktober 2026.

Keduanya meninggal dunia dalam kebakaran yang melanda rumah mereka di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Selasa (13/10/2026) malam.

Di rumah sang nenek, kedua jenazah disalatkan sebelum dibawa menuju Pemakaman Muslimin yang berada tepat di belakang kediaman tersebut. Ahmad dan Husen kemudian dimakamkan dalam satu liang lahat.

Dua anak yang semasa hidup tumbuh bersama itu kini juga berbagi tempat peristirahatan terakhir.

Namun, duka keluarga belum berhenti pada prosesi pemakaman. Ayah kedua bocah tersebut masih menjalani perawatan di RSUD Aji Muhammad Parikesit, Tenggarong, setelah mengalami luka bakar saat berusaha menyelamatkan anak-anaknya dari kobaran api.

Informasi yang diperoleh menyebutkan luka bakar sang ayah mencapai 80 persen. Ia juga dijadwalkan menjalani operasi pada Rabu. Kondisi medis terkininya masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak rumah sakit.

Peristiwa itu bermula ketika api melanda kawasan permukiman di Jalan Kartini, Gang Karya, sekitar pukul 23.00 Wita.

Saat kebakaran terjadi, Ahmad dan Husen dilaporkan sedang tertidur bersama di dalam kamar. Api yang membesar membuat upaya penyelamatan semakin sulit.

Menurut penuturan seorang narasumber yang mengenal keluarga korban, ayah kedua bocah itu sempat berusaha masuk kembali ke rumah untuk mencari anak-anaknya.

Namun, di tengah upaya tersebut, bagian bangunan yang terbakar jatuh mengenai kepalanya.

“Ketika bapaknya hendak masuk untuk mencari mereka, kayu yang terbakar jatuh mengenai bagian kepalanya,” tuturnya.

Upaya penyelamatan itu berakhir dengan sang ayah mengalami luka bakar serius. Sementara Ahmad dan Husen masih berada di dalam rumah.

Petugas pemadam kebakaran bersama relawan kemudian melakukan pencarian terhadap kedua anak tersebut.

Sekitar pukul 03.00 Wita, pencarian masih berlangsung karena keduanya belum ditemukan. Hingga akhirnya, petugas menemukan Ahmad dan Husen di dalam kamar dalam keadaan meninggal dunia.

“Kemudian, mereka ditemukan berada di dalam kamar dalam kondisi berpelukan,” kata narasumber tersebut.

Keterangan mengenai kondisi kedua korban saat ditemukan itu menjadi salah satu bagian paling memilukan dari peristiwa kebakaran tersebut.

Di tengah kehilangan yang dialami keluarga, sang ayah disebut sempat menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang merenggut nyawa kedua anaknya.

“Bapaknya sempat menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpa kedua anaknya,” ujar narasumber itu.

Belum diketahui bagaimana kondisi psikologis sang ayah setelah peristiwa tersebut. Yang pasti, ia masih membutuhkan penanganan medis akibat luka bakar yang dialaminya.

Di balik tragedi itu, keluarga menyimpan kenangan tentang keseharian Ahmad dan Husen.

Kedua bocah tersebut dikenal sebagai anak yang penurut dan memiliki kedekatan dengan kegiatan keagamaan. Mereka rajin mengaji dan kerap mengikuti ayahnya menghadiri majelis taklim.

Bahkan, pada Selasa sore, beberapa jam sebelum kebakaran terjadi, Ahmad dan Husen disebut masih mengikuti kegiatan keagamaan yang rutin digelar di rumah mereka.

“Kedua anak itu luar biasa. Mengajinya sudah bagus. Kalau bapaknya pergi ke majelis taklim, mereka pasti ikut,” kenang narasumber tersebut.

Kebiasaan itu membuat kedua bocah tersebut dikenal dekat dengan lingkungan pengajian keluarga.

Ada pula cerita sederhana yang kini menjadi kenangan. Ahmad dan Husen pernah meminta kepada keluarga agar segera disunat.

“Mereka pernah bertanya, ‘Kapan kami berdua disunat?’ Kami jawab, ‘Belum, Nak, sebentar lagi, ya.’ Adiknya masih berusia sekitar tiga tahun dan juga ingin disunat,” tuturnya.

Keinginan sederhana itu belum sempat diwujudkan. Kebakaran yang terjadi beberapa jam setelah mereka mengikuti kegiatan mengaji mengakhiri kehidupan kedua bocah tersebut.

Pada Rabu pagi, suasana di rumah nenek mereka berubah menjadi tempat perpisahan terakhir.

Jenazah Ahmad dan Husen yang sebelumnya berada di rumah sakit dibawa ke kediaman Hj. Ni’mah Gani. Keluarga kemudian melaksanakan salat jenazah sebelum prosesi pemakaman.

Pemakaman Muslimin yang berada di belakang rumah sang nenek menjadi tempat kedua bocah itu dikebumikan.

Tidak ada dua liang lahat yang terpisah. Keluarga memakamkan Ahmad dan Husen bersama dalam satu liang lahat.

Bagi keluarga, pemakaman itu menandai perpisahan dengan dua anak yang selama ini menjadi bagian dari keseharian mereka. Kenangan tentang kebiasaan mengaji, mengikuti majelis taklim, hingga keinginan kecil untuk disunat kini menjadi cerita yang ditinggalkan Ahmad dan Husen.

Sementara itu, kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran.

Dalam keterangan awal, pihak kepolisian menyampaikan bahwa Tim Inafis Satreskrim Polres Kutai Kartanegara telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

“Hingga saat ini, kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan Polres Kutai Kartanegara,” demikian keterangan kepolisian.

Penyelidikan diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran serta rangkaian peristiwa yang membuat kedua anak tidak berhasil menyelamatkan diri.

Bagi keluarga Ahmad dan Husen, penyelidikan itu berjalan bersamaan dengan masa berkabung dan perjuangan merawat sang ayah.

Selasa sore, kedua bocah tersebut masih mengikuti kegiatan mengaji. Selasa malam, kebakaran merenggut nyawa mereka. Rabu pagi, keluarga harus mengantarkan keduanya menuju pemakaman.

Kini, Ahmad dan Husen beristirahat dalam satu liang lahat di belakang rumah nenek mereka.

Kedua anak itu telah dimakamkan bersama. Sementara sang ayah yang sempat berusaha menyelamatkan mereka masih berjuang pulih dari luka bakar, di tengah kehilangan dua buah hatinya sekaligus.

Editor: Dzulfikar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut