Masih Banyak Jalan Gelap di Kukar, Dishub Catat Kebutuhan 20.000 Lampu Tenaga Surya
TENGGARONG, iNewsKutai.id – Persoalan penerangan jalan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, belum sepenuhnya teratasi. Dinas Perhubungan (Dishub) mencatat kebutuhan lebih dari 20.000 titik lampu penerangan jalan umum (LPJU) bertenaga surya, terutama untuk wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik memadai.
Besarnya kebutuhan tersebut menjadi tantangan pemerataan infrastruktur penerangan di daerah yang memiliki 20 kecamatan itu. Pemerintah daerah kini berupaya mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui APBN.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, mengatakan penggunaan lampu tenaga surya menjadi salah satu alternatif bagi kawasan yang belum terlayani jaringan listrik atau hanya dilalui jaringan tegangan tinggi.
“Yang kita prioritaskan untuk APBN ini terutama untuk daerah-daerah yang tidak terjangkau listrik. Nah, ini kita mencoba mengajukan permohonan dari kementerian dan kita sudah mendata,” ujar Junaidi, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, pendataan awal menunjukkan kebutuhan penerangan jalan tenaga surya mencapai lebih dari 20.000 titik. Angka tersebut menjadi dasar bagi Dishub Kukar untuk mengusulkan bantuan kepada kementerian terkait.
Sementara menunggu dukungan pemerintah pusat, Dishub Kukar tetap melanjutkan pembangunan penerangan jalan menggunakan anggaran daerah.
Tahun ini, sekitar 1.600 titik LPJU dipasang secara bertahap di 20 kecamatan melalui APBD murni dan APBD Perubahan 2026.
Pemasangan diprioritaskan pada jalur yang menjadi akses utama masyarakat, termasuk kawasan permukiman dan ruas jalan yang digunakan untuk aktivitas ekonomi.
Salah satu kawasan yang mendapat perhatian adalah jalur Loa Tebu menuju Senoni dan Serbaya di Kecamatan Tenggarong. Ruas tersebut banyak dilalui warga, termasuk petani yang memulai aktivitas sejak dini hari.
Junaidi mengungkapkan, sebagian lampu di kawasan itu sudah menyala setelah dilakukan pemasangan. Namun, masih terdapat sekitar tiga kilometer ruas jalan yang perlu dituntaskan.
“Nah, mungkin hanya sekitar 3 kilo lagi tuntas itu sepanjang jalan. Saya dua malam yang lalu melakukan pengecekan ke lapangan itu sudah nyala,” katanya.
Pekerjaan serupa juga berlangsung di Tenggarong Seberang dan Loa Kulu. Di Kecamatan Loa Kulu, penerangan menyasar jalan poros menuju Jonggon, kawasan Margasari, serta jalur penghubung Loa Kulu–Loa Janan.
Dishub Kukar menargetkan seluruh paket pemasangan LPJU yang dibiayai anggaran daerah selesai paling lambat 27 November 2026, sesuai jadwal kontrak terakhir.
“Insyaallah terakhir itu kontrak kita di 27 November. Ada yang kontrak kita berakhir di 6-7 Oktober ini, sudah selesai. Ada yang 15 Oktober, dan ada yang terakhir itu ada di November,” ujarnya.
Meski pemasangan ribuan lampu terus berjalan, kebutuhan penerangan di wilayah yang belum memiliki jaringan listrik masih menjadi pekerjaan lanjutan.
Dishub Kukar berharap pengajuan bantuan APBN dapat memperluas layanan penerangan jalan, khususnya di kawasan yang belum memungkinkan menggunakan LPJU dengan pasokan listrik konvensional.
Editor: Suriya Mohamad Said